Dari Rumah Eks Bupati Pesawaran, Kejati Lampung Sita 40 Tas Merk, Harley Davidson, dan 4 Mobil

2026-02-04 16:25:09
Dari Rumah Eks Bupati Pesawaran, Kejati Lampung Sita 40 Tas Merk, Harley Davidson, dan 4 Mobil
LAMPUNG, - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyegel rumah pribadi eks Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona.Dendi diduga terlibat korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2022 senilai Rp 8,2 miliar.Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Kejati Lampung, Armen Wijaya mengatakan bahwa penyegelan rumah di Kecamatan Tanjung Karang Timur itu dilakukan setelah pihaknya menggeledah untuk pengusutan kasus tersebut."Ada sejumlah barang dan uang yang kita ikut sita dari penggeledahan tersebut," kata Armen di Gedung Pidsus, Rabu .Baca juga: Pesuruh Eks Bupati Lampung Timur Jadi Tersangka Korupsi Gerbang Rumah DinasArmen merinci, beberapa barang yang disita yakni 40 buah tas bermerek senilai Rp 800 juta, kemudian 4 unit mobil, dan 4 unit sepeda motor termasuk Harley Davidson klasik.Lalu, sertifikat lahan dan bangunan senilai Rp 41 miliar serta uang tunai sebanyak Rp 2,2 miliar.Armen mengatakan bahwa dalam kasus ini, selain Dendi Ramadhona, terdapat empat tersangka lain, yaitu ZF (Kadis PUPR Pesawaran), SA, S, dan AL (rekanan).Armen menyampaikan, perkara ini bermula pada tahun 2021 saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengajukan usulan DAK Fisik Bidang Air Minum senilai Rp 10 miliar kepada Kementerian PUPR.Baca juga: Eks Bupati Lampung Utara Terpidana Korupsi Rp 74,6 Miliar Bebas dari PenjaraDari total itu, Kementerian menyetujui Rp 8,2 miliar untuk pelaksanaan tahun anggaran 2022.Namun, proyek tersebut justru dilaksanakan oleh Dinas PUPR dengan alasan perubahan struktur organisasi.Dalam praktiknya, Dinas PUPR membuat perencanaan baru yang berbeda dari rencana awal yang sudah disetujui Kementerian PUPR.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 15:54