Kasus DBD Mencapai 1.501 Terjangkit dan 3 Meninggal, Melonjak Saat Hujan

2026-01-12 03:52:03
Kasus DBD Mencapai 1.501 Terjangkit dan 3 Meninggal, Melonjak Saat Hujan
BANDUNG BARAT, - Memasuki puncak musim penghujan, jumlah warga yang terjangkit DBD di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat mencatat, per 21 November 2025 total 1.501 warga terinfeksi, tiga di antaranya meninggal dunia.Lonjakan kasus DBD ini membuat pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki puncak musim hujan.Baca juga: Wujudkan Smart City, Pemkab Bandung Barat Perkuat SDM Digital Lewat Sertifikasi GCIO Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan, mengatakan penyebaran DBD masih masif di sejumlah wilayah.“Polanya hampir sama, bahwa penyebaran DBD masih cukup masif, sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan harus ditingkatkan,” ungkap Nurul, Senin .Sejak Januari, kasus DBD di KBB bergerak fluktuatif. Pada Januari tercatat 189 kasus, Februari 152 kasus, dan Maret 143 kasus.Baca juga: Pemkab Bandung Barat Salurkan Bantuan Beras kepada Warga Terdampak Longsor di RonggaAngka tersebut turun pada April menjadi 130 kasus, namun kembali meningkat pada Mei menjadi 145 kasus. Pada Juni, terdapat 123 kasus dengan satu kematian.Lonjakan kembali terlihat pada Juli dengan 169 kasus, lalu naik lagi pada Agustus menjadi 172 kasus yang disertai dua kematian tambahan.Memasuki September, kasus berada di angka 149 dan menurun menjadi 129 kasus pada Oktober. Menurut Nurul, kenaikan kasus ini berkaitan erat dengan kondisi cuaca.Baca juga: Pemkab Bandung Barat Tegaskan Tak Pernah Terima Insentif Stunting Rp 5,44 Miliar“Saat curah hujan mulai tinggi, populasi nyamuk Aedes aegypti cenderung meningkat. Ini sebabnya kasus DBD melonjak pada bulan-bulan tertentu,” katanya.Dari sebaran wilayah, Kecamatan Cililin tercatat memiliki jumlah kasus tertinggi dengan 235 kasus.Posisi berikutnya ditempati Cihampelas dengan 162 kasus, dan Sindangkerta sebanyak 132 kasus.Secara jenis kelamin,  datanya hampir sama, yakni laki-laki dengan 798 kasus, sementara perempuan sebanyak 703 kasus.Sementara dari rentang usia, kelompok usia produktif terjangkit jauh lebih banyak dengan 625 kasus. Sementara untuk usia 5-14 tahun tercatat hanya separuhnya dengan 358 kasus. “Kami mengimbau masyarakat rutin melakukan 3M Plus. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mengubur barang bekas, serta menambahkan langkah-langkah pencegahan lain seperti penggunaan lotion anti-nyamuk,” imbau Nurul.


(prf/ega)