Pembangunan Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V Dibahas Pemerintah

2026-01-15 17:59:34
Pembangunan Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V Dibahas Pemerintah
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, serta jajaran terkait menggelar pertemuan strategis guna membahas percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Riau, khususnya pembangunan Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V di Kota Pekanbaru.Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan konektivitas dan infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi. Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V diproyeksikan menjadi penghubung strategis antara Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan Jalan Tol Pekanbaru-Indragiri Hulu (Inhu), sehingga memperkuat jaringan logistik nasional di wilayah Sumatra.Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan daya saing wilayah, serta kelancaran distribusi barang dan jasa. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, pembangunan Jalan 70 Tenayan Raya membutuhkan dukungan lintas sektor dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa Jalan 70 Tenayan Raya memiliki peran krusial dalam mendukung pengembangan Kawasan Industri Tenayan Raya. Kawasan tersebut telah menjadi lokasi berbagai fasilitas strategis nasional, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), sehingga membutuhkan akses infrastruktur yang andal dan terintegrasi.Selain sebagai akses kawasan industri dan energi, Jalan 70 Tenayan Raya juga melintas di depan kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru. Kondisi ini menjadikan jalan tersebut sebagai koridor strategis yang tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi dan investasi, tetapi juga menunjang kelancaran pelayanan pemerintahan dan mobilitas masyarakat.Sementara itu, pembangunan Jembatan Siak V diharapkan menjadi elemen penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Pekanbaru, membuka akses baru pengembangan kawasan, serta mengurangi beban lalu lintas pada jalur eksisting. Keberadaan jembatan ini juga dinilai mendukung integrasi jaringan transportasi regional sebagai bagian dari sistem logistik nasional.Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bersama jajaran teknis memaparkan progres perencanaan, kesiapan lahan, serta langkah-langkah koordinasi lintas sektor yang telah dan akan dilakukan guna memastikan proyek dapat berjalan sesuai tahapan, regulasi, dan target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru, pembangunan Jalan 70 Tenayan Raya dan Jembatan Siak V diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, penguatan kawasan industri dan energi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.Lihat juga Video 'Walkot Pekanbaru Raih detikcom Awards: Inovasi Kami Sejalan Jaga Bumi':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 16:56