JAKARTA, - Suasana haru menyelimuti peron Stasiun Jakarta Kota, Selasa pagi, saat para penumpang dan penggemar kereta alias railfans melepas perjalanan terakhir (last run) tiga seri Kereta Rel Listrik (KRL) legendaris.Ketiga seri yang kini resmi dipensiunkan adalah rangkaian kereta asal Jepang, yaitu KRL Tokyu Seri 8500 atau “Jalita”, Tokyo Metro Seri 7000, dan JR East Seri 203.Acara last run bertajuk “Arigato KRL” ini menjadi ajang perpisahan bagi para pengguna dan railfans menjelang masa purna tugas ketiga seri kereta asal Jepang tersebut.Baca juga: Menara Air Manggarai Jantung Bengkel Besar Kereta Api"Saya berbahagia karena datang di acara ini kita semua satu frekuensi. Jadi atmosfernya sama. Bahwa kita dengan haru di sini mengingat lagi kenangan yang tidak hanya sekadar kenangan berkaitan dengan KRL ini," ucap Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Asdo Artriviyanto, Selasa.Ketiga seri KRL tersebut merupakan rangkaian pertama yang dimiliki secara langsung oleh PT KCI dalam era transportasi urban modern di Indonesia.KRL seri 8500, 7000, dan 203 menjadi tonggak awal transformasi dari masa kereta ekonomi non-AC menuju kereta berpendingin udara yang lebih nyaman, dengan aturan yang lebih ketat demi kenyamanan penumpang."Jadi ini perjalanan panjang KRL beroperasi di Indonesia, khususnya di Jabodetabek, dan sudah sepantasnya kita melakukan last run atau perpisahan, farewell pada hari ini untuk menghormati jasa-jasa pahlawan transportasi urban Indonesia," kata Asdo.KRL Seri 8500 atau yang dikenal sebagai "JALITA" (Jalan-Jalan Lintas Jakarta) telah berhenti beroperasi pada November 2025, setelah melayani perjalanan penumpang Commuter Line sejak 2006 silam.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Last run KRL Seri 8500, 7000, dan 203 di Stasiun Jakarta Kota, Selasa Sementara itu, KRL JR East seri 203 yang didatangkan pada 2011 telah berhenti beroperasi sejak September 2025 lalu. Adapun KRL Tokyo Metro Seri 7000 dari perusahaan Tokyo Metro berhenti beroperasi hari ini setelah melayani selama 15 tahun sejak 2010.Ketiga rangkaian kereta dipensiunkan karena usianya yang sudah terlalu tua dan ketiadaan suku cadang, mengingat usia produksinya telah mencapai 50 tahun sejak dibuat pada 1975.Saat tiba di Indonesia, kereta-kereta itu merupakan unit bekas pakai di Jepang selama sekitar 25 tahun. Regulasi di Jepang yang melarang penggunaan kereta berusia lebih dari 25 tahun membuat PT KCI tertarik mengimpor rangkaian tersebut."Jadi yang kondisinya masih fit kami impor untuk transportasi di Jabodetabek. Kenapa sekarang dipensiunkan? Selain karena usia, suku cadang ketiga seri ini juga sudah tidak ada, sudah diskontinyu," ucap Asdo.Antusias para railfans pun terlihat dari ratusan orang yang memadati ujung peron tempat ketiga seri KRL tengah diparkir.Baca juga: Kampung-kampung Tanpa Matahari di Bawah Rel-rel Kereta JakartaMereka mengangkat ponsel dan kameranya masing-masing untuk mengabadikan momen perpisahan dengan tiga seri kereta legendaris yang telah belasan tahun melayani pengguna kereta Commuter Line Jabodetabek.Di area rel, KRL Tokyu 8500 alias Jalita berjejer bersama JR East 203 dan TM 7000, dihiasi ornamen budaya Jepang sebagai tanda penghormatan atas kerja sama antara kedua negara dalam pengembangan sistem transportasi KRL di Jabodetabek.Ornamen itu paling mencolok pada kereta Jalita, kereta modern pertama yang didatangkan dari Jepang ke Indonesia pada 2006.Pemilihan Stasiun Jakarta Kota sebagai titik akhir memiliki makna simbolis. Stasiun ini merupakan saksi bisu elektrifikasi pertama di Hindia Belanda pada 6 April 1925. Kini, stasiun tersebut menjadi panggung penutup bagi tiga kereta yang berjasa pada era modernisasi awal KRL asal Jepang.Di antara ketiga kereta, KRL Tokyu Seri 8500 menjadi yang paling ikonik dan memiliki nilai sentimental paling tinggi.Alasannya, KRL Tokyu 8500 merupakan kereta pertama yang dimiliki langsung oleh KCI, yang saat itu bernama Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2006 usai berdiri sendiri dari induk perusahaannya, yaitu PT KAI.Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo Last run KRL Seri 8500, 7000, dan 203 di Stasiun Jakarta Kota, Selasa "KRL seri Tokyu 8500 yang kita kenal dengan Jalita, Jalan-jalan Lintas Jakarta, ini sangat populer karena paling pertama ya di KCI. Mulai didatangkan di Indonesia secara bertahap mulai 2006 sampai 2009 dengan jumlah sebanyak 64 car atau unit," ucap Asdo.
(prf/ega)
3 Seri KRL Jalani Last Run untuk Dipensiunkan, Sayonara Legenda Kereta Modern
2026-01-12 11:14:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:14
| 2026-01-12 10:26
| 2026-01-12 10:09
| 2026-01-12 09:43
| 2026-01-12 09:33










































