Tekad Mauro Zijlstra Usai Kekalahan Timnas U22 Indonesia dari Mali

2026-01-15 09:31:54
Tekad Mauro Zijlstra Usai Kekalahan Timnas U22 Indonesia dari Mali
- Penyerang Timnas U22 Indonesia, Mauro Zijlstra, ingin mengambil pelajaran dari kekalahan menghadapi Mali dalam laga uji coba jelang SEA Games 20225. Hasil Timnas U22 Indonesia vs Mali berakhir dengan skor 3-0 bagi tim tamu asal Afrika tersebut pada Sabtu di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Timnas U22 Indonesia asuhan Indra Sjafri harus kebobolan cepat pada menit kelima lewat tandukan bek tim Nantes di Liga Perancis, Sekou Doucoure.Pada menit ke-34, Wilson Samake yang bermain di tim junior Rennes menggandakan keunggulan lewat penetrasi cepat ke jantung pertahanan Garuda Muda. Pada paruh kedua Mauro Zijlstra dkk coba mencari gol penyama kedudukan lewat beberapa peluang, namun mereka harus rela kebobolan lagi lewat gol menit akhir Moulaye Haidara. Baca juga: Alasan Ivar Jenner Ditunjuk Sebagai Kapten Timnas U22 Indonesia Saat Lawan MaliBagi Mauro Zijlstra, laga pertama melawan Mali menjadi tolok ukur bagaimana kapasitas timnya saat ini jelang pergi ke Thailand. “Tadi adalah pertandingan sulit, lawan juga bagus. Kami belajar dari mereka, dan sekarang kami melihat mereka sebagai lawan berbeda. Kami belajar dari itu dan harus melanjutkan,” kata Zijlstra. Garuda Muda masih akan kembali beruji tanding dengan Mali pada laga yang akan digelar pada Selasa di venue yang sama. Baca juga: Indra Sjafri Tak Ingin Timnas U22 Kini Disamakan dengan Era Vanenburg Skuat Timnas U22 Indonesia menyapa suporter yang datang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor dalam laga uji coba kontra Mali Sabtu . Ini sekaligus menjadi kali pertama Mauro Zijlstra bergabung dengan Timnas Indonesia usia muda. Baginya tim masih perlu menyatukan chemistry, lewat komunikasi dan koordinasi. Kekalahan 0-3 memperlihatkan bagaimana tim terlalu banyak memberikan ruang terhadap lawan, Mali telah menunjukkan kekurangan tim. “Kami harus berkomunikasi lebih baik satu sama lain dan tidak memberikan banyak ruang kepada lawan,” ujar pemain FC Volendam di Eredivisie Belanda ini. Baca juga: Timnas U22 Vs Mali, Indra Sjafri Utarakan Alasan Absennya Arkhan Fikri dan Rayhan HannanMenghadapi Mali Rabu mendatang sekali lagi Indonesia akan coba melakukan hal yang lebih baik.Zijlstra memandang lawan di SEA Games 2025 nanti juga tidak sebagus Mali, timnya perlu melanjutkan kerja keras. Seperti diketahui Timnas U22 Indonesia berada di Grup C bersama Myanmar, Singapura, dan Filipina. “Saya pikir ini adalah kesempatan bagus bagi kami untuk menunjukkan diri. Saya pikir lawan yang bagus kami harus melanjutkan dan melihat apa yang akan terjadi,” paparnya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 10:01