Kebutuhan Dasar Korban Banjir Aceh Belum Terpenuhi, Psikolog: Hampir Tidak Mungkin Tidak Stres

2026-01-17 04:25:55
Kebutuhan Dasar Korban Banjir Aceh Belum Terpenuhi, Psikolog: Hampir Tidak Mungkin Tidak Stres
- Psikolog Klinis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh serta EMDR Asia Accredited Trainer & Consultant, Yulia Direzkia, M.Si., menilai kondisi psikologis penyintas banjir bandang di Aceh dan Sumatera berada dalam tekanan berat, seiring belum terpenuhinya kebutuhan dasar.Menurut Yulia, situasi seperti itu membuat upaya pemulihan psikologis sulit dilakukan jika kebutuhan dasar pengungsi belum terpenuhi."Menurut saya, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal," jelas Yulia ketika dihubungi Kompas.com pada Selasa . Yulia menegaskan pentingnya penanganan kesehatan mental, terutama karena para penyintas masih berada dalam fase syok dan trauma.Baca juga: Bantuan Malaysia untuk Aceh Dinilai Diremehkan Pemerintah Pusat RI, Media Asing: Cukup Ucap Terima Kasih"Bencana ini sudah berlangsung lebih dari tiga minggu, dan di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang dan Bener Meriah masih ada daerah yang terisolasi dan bahkan belum terpenuhi kebutuhan dasarnya. Dalam kondisi seperti itu, hampir tidak mungkin bagi seseorang untuk tidak mengalami stres," ungkap Yulia.Tekanan psikologis para korban muncul bukan hanya karena bencana itu sendiri, tetapi juga akibat kehilangan berlapis yang mereka alami.Banyak warga kehilangan anggota keluarga, rumah, hingga jejak kehidupan yang selama ini mereka miliki.“Ada warga yang sudah tidak bisa lagi menunjukkan di mana rumahnya dulu berdiri karena wilayah tersebut telah tersapu banjir dan lumpur. Kehilangan seperti itu sangat berat secara psikologis,” jelas Yulia.Baca juga: Warga Aceh Barat Temukan Emas di Wilayah Bekas Banjir, Ini Penjelasan Dosen UGMYulia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan menjadi prasyarat penting dalam proses pemulihan psikologis penyintas.Selain itu, manusia secara alami sebenarnya mampu untuk melakukan pemulihan diri setelah mengalami peristiwa traumatis, tetapi kemampuan tersebut bergantung pada kondisi lingkungan."Dalam waktu sekitar satu bulan setelah peristiwa traumatis, seseorang masih mampu mengaktifkan mekanisme pemulihan diri, asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi," jelas Yulia.Sebaliknya, apabila kondisi darurat berlangsung lama tanpa kepastian adanya pemenuhan kebutuhan dasar, risiko gangguan psikologis yang semakin berat juga akan semakin besar.Baca juga: Kala UNDP dan UNICEF Respons Surat soal Bantuan Aceh Kurang dari 24 JamYulia menceritakan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun menangani kasus penyintas konflik dan tsunami.Ia menyebutkan bahwa trauma sering kali tidak muncul di awal, tetapi baru terlihat bertahun-tahun kemudian."Saya banyak menemui kasus delayed onset PTSD, di mana gejala baru muncul 10 hingga 20 tahun setelah peristiwa traumatis, sering kali dalam bentuk depresi atau keinginan bunuh diri," ungkap Yulia.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-17 04:27