Bahlil Cerita Sulitnya Bangun Pabrik Lotte Chemical, Sempat Mangkrak 6 Tahun

2026-02-03 12:27:04
Bahlil Cerita Sulitnya Bangun Pabrik Lotte Chemical, Sempat Mangkrak 6 Tahun
JAKARTA, - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sulitnya membangun Pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). Pabrik petrokimia ini mulai dibangun 2016 tetapi baru beroperasi pada Oktober 2025.Hal itu diungkapkannya dihadapan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang berlokasi di Cilegon, Banten, Kamis ."Proyek ini sempat mangkrak selama 5-6 tahun. Saat kami jadi Kepala BKPM, setelah itu membuat Satgas Investasi. Jadi yang menyelesaikan masalah tanah ini, adalah kepolisian sama jaksa," ujar Bahlil.Baca juga: Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Lotte, Bahlil: Investasi Terbesar di Asia TenggaraIa menuturkan, mulanya di tengah kawasan pembangunan pabrik tersebut terdapat lahan seluas 2,3 hektar yang dimiliki pihak lain.Pembangunan pabrik pun memakan waktu untuk menyelesaikan persoalan tanah.Setelahnya, tantangan yang dihadapi adalah pandemi Covid-19. Alhasil, pembangunannya kembali tertunda karena pandemi yang melanda sepanjang 2020-2022 di Indonesia.Bahlil yang saat itu menjabat sebagai Menteri Investasi, mengaku sepanjang 2020-2021 telah ke Korea Selatan 10 kali untuk melobi-lobi investasi sektor petrokimia ini agar terus berjalan."Proyek ini waktu kita memulai, minta ampun sulitnya. Jadi di tengah-tengah kawasan ini ada tanah 2,3 hektar yang dimiliki oleh orang lain. Kemudian waktu itu kita selesaikan lewat Satgas Hilirisasi namun juga dikendala dengan Covid," kata dia.Baca juga: Menteri Rosan Ungkap Kendala Investasi Lotte Group yang Dilaporkan ke PrabowoKonstruksi pabrik ini pun akhirnya dimulai pada 2022.Pada 2024, progres pengerjaannya bahkan baru mencapai 60-65 persen, tapi upaya mempercepat proyek ini membuat pembangunannya segera rampung dan mulai beroperasi pada Oktober 2025.Menurutnya, percepatan tersebut tak lepas dari arahan Presiden Prabowo kepada dirinya yang kini sebagai Menteri ESDM, serta Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, agar seluruh proyek yang sudah jalan segera diselesaikan."Saya masih ingat Bapak (Prabowo) perintahkan kami di istana dengan Pak Rosan agar bagaimana seluruh proyek yang sudah jalan harus segera selesai, tidak boleh tunggu lama, dan hari ini adalah pertanggungjawab moralitas kami sebagai membantu Bapak Presiden untuk menyelesaikan proyek-proyek, yang sekarang sudah kita resmikan," papar Bahlil.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-03 11:48