Wanti-wanti Prabowo ke Jaksa: Negara Bocor Bisa Kolaps, Jangan Main Sana-sini

2026-01-16 06:47:44
Wanti-wanti Prabowo ke Jaksa: Negara Bocor Bisa Kolaps, Jangan Main Sana-sini
JAKARTA, - Presiden RI Prabowo Subianto mewanti-wanti seluruh jaksa, khususnya Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH), agar tidak ragu untuk menindak perusahaan yang melanggar aturan.Dia juga meminta para jaksa tidak mudah dilobi dan dikondisikan oleh para pelanggar."Kita bentuk Satgas (PKH) terdiri dari banyak unsur penegak hukum, laksanakan tugas yang saya berikan. Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau dilobi sini, dilobi sana," kata Prabowo saat berpidato usai menyaksikan penyerahan uang hasil denda atas pelanggaran administratif kawasan hutan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Rabu .Baca juga: Prabowo ke Jaksa Agung: Mungkin Anda Tak Populer bagi Maling-maling ItuPrabowo mengatakan, negara ibarat badan manusia; jika terus-menerus darahnya bocor, maka badan bisa kolaps."Berkali-kali saya katakan, negara itu ibarat badan, ibarat badan manusia. Kekayaan, uang, uang, dan segala kekayaan itu ibarat darah. Kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor sekian cc, di ujungnya, badan itu kolaps," ujarnya.Mantan Menteri Pertahanan ini mengatakan, hal itu tidak ada bedanya dengan kekayaan negara yang terus diselundupkan ke luar negeri.Baca juga: Prabowo Tulis Pesan di Prasasti Kejaksaan: Jadilah Jaksa yang Berani dan JujurDia mengatakan, negara bisa kolaps karena kerugian-kerugian yang seharusnya bisa dirasakan masyarakat manfaatnya."Negara sama, di ujungnya kekayaan kita bocor, bocor, bocor, dirampok, dicuri, laporan palsu, under invoicing, pejabat disogok, nyelundup, nyelundup keluar, nyelundup ke dalam. Bagaimana negara bisa bertahan?" tuturnya.Prabowo mengatakan, capaian Satgas PKH yang telah kembali menguasai lahan perkebunan seluas 4.081.560,58 hektar atau mencapai lebih dari 400 persen dari target selama 10 bulan terakhir, baru permulaan.Sebab, kata dia, penyimpangan yang terjadi dengan cara menerobos kawasan hutan yang tidak sesuai peruntukkannya sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun.Baca juga: Prabowo: Satgas PKH Pendekar Sejati Tanpa Kamera, Influencer, dan Vlogger "Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung dari kerugian bangsa dan negara kita. Baru ujung, penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun bahkan puluhan tahun," kata dia.Prabowo mengatakan, penyerobotan dilakukan oleh pengusaha serakah, yang menganut filosofi serakahnomics.Menurut dia, mereka berani melakukannya karena menganggap semua aparat negara bisa disogok.“Ini yang saya sebut dilakukan oleh mereka-mereka yang menganut filosofi dan paham serakahnomics. Berani melecehkan, berani menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia, menganggap sepele Pemerintah Republik Indonesia, menganggap pejabat-pejabat di tiap eselon bisa dibeli, bisa disogok, sehingga mereka leluasa berbuat sekehendak mereka," ujar Prabowo.Baca juga: Prabowo: Negara kalau Bocor, Bocor, Bocor maka KolapsBerdasarkan hal tersebut, Prabowo mengingatkan Satgas agar menjadi orang yang berguna untuk masyarakat.“Manusia mati meninggalkan nama. Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan, membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita. Kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas," ucap Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 06:30