Rancang Perpres Penggunaan AI di Kampus, Wamenkomdigi: Kita Tidak Ingin jadi Budak AI

2026-01-12 15:47:06
Rancang Perpres Penggunaan AI di Kampus, Wamenkomdigi: Kita Tidak Ingin jadi Budak AI
SEMARANG, - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa pemerintah sedang merumuskan peraturan presiden (perpres) mengenai peta jalan nasional kecerdasan buatan (AI) dan etika penggunaannya.Pernyataan ini disampaikan dalam acara Digital Talent War 2025 dan Internship Fair yang diadakan di Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, pada Kamis .Nezar menekankan pentingnya penerapan teknologi AI yang beretika dan berorientasi pada manusia dalam dunia pendidikan tinggi.Baca juga: Surabaya Jadi Pusat Revolusi AI, Pertama di Asia Menuju Indonesia Emas"Dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan perpres peta jalan nasional AI dan etika AI. Nah, etika AI ini juga merangkum berbagai adopsi AI yang intinya AI itu harus digunakan dengan prinsip human center. Jadi kita tidak ingin menjadi budaknya AI,” ujarnya usai acara.Ia juga mengingatkan akan risiko ketergantungan mahasiswa terhadap AI dalam menyelesaikan tugas kuliah.“Kalau semua tugas diserahkan pada AI, kemampuan kita berpikir akan menurun dan kita mencetak sarjana-sarjana yang tidak bisa berpikir. Yang berpikir adalah AI-nya,” tegas Nezar.Dalam kesempatan tersebut, Nezar memberikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi yang telah merilis panduan penggunaan AI di kampus.Menurutnya, kolaborasi antara pengajar dan mahasiswa sangat penting untuk membangun kesadaran serta literasi digital yang sehat.Baca juga: Chiko Pembuat Konten Pornografi SMAN 11 Semarang Pakai AI Terancam Penjara 6-12 Tahun“AI harus dimanfaatkan sebagai teman dan mitra untuk mendorong kreativitas dan inovasi, tanpa mengurangi daya kritis dan kecerdasan pengguna,” tutupnya.Nezar juga mengapresiasi semangat generasi muda, khususnya mahasiswa di Semarang, yang berkompetisi dalam mengembangkan solusi berbasis AI untuk mengatasi tantangan ekonomi dan sosial.“Kita melihat bagaimana adopsi teknologi AI sudah demikian masif dan memberikan ruang kreativitas yang luar biasa, termasuk penerapannya di digital marketing,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan talenta digital melalui berbagai program, seperti Digital Talent Scholarship dan inisiatif kolaboratif seperti AI Talent Factory di Universitas Brawijaya.Program-program ini dirancang untuk menjalin sinergi antara dunia industri, riset, dan kampus dalam membentuk koloni peneliti AI yang dapat memberikan kontribusi praktis.Baca juga: Tersangka Pornografi Edit Wajah Guru dan Siswi Pakai AI Belum Ditahan, Polisi Ungkap AlasannyaRektor Unika, Robertus Setiawan Aji, menyatakan bahwa kolaborasi digital talent dengan Komdigi yang diadakan oleh kampusnya diikuti oleh peserta dari sembilan perguruan tinggi di Jawa Tengah.Para pemenang acara tersebut langsung mendapat apresiasi dari Wamenkomdigi.“Internship fair ini sekaligus mendatangkan perusahaan ternama ke kampus untuk merekrut mahasiswa magang yang langsung diseleksi hari ini juga. Rata-rata ketiga magang mereka langsung mendapat tawaran kerja,” jelas Robertus.


(prf/ega)