Identitas 8 ABK yang Masih Hilang Usai KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung

2026-01-15 10:26:57
Identitas 8 ABK yang Masih Hilang Usai KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap 8 Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 30 yang masih hilang pascakebakaran kapal di Perairan Selatan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Berdasarkan data Basarnas, delapan ABK yang hilang tersebut paling banyak berasal dari Pekalongan.Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah menyampaikan pihaknya terus berupaya maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan."Hasil pencarian hari ke 2 sampai sore ini masih nihil dan sempat dihentikan pada siang hari karena cuaca yang kurang mendukung, angin kencang 20 knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter sampai 3 meter. Meskipun cuaca menjadi kendala, seluruh unsur SAR tetap siaga dan pencarian akan dilanjutkan sesuai rencana," ujar Deden kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).Ia berharap agar korban segera ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat."Kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat agar kami dapat segera menemukan 8 ABK dan mengevakuasi dalam keadaan selamat," ujar Deden.Sebelum operasi dimulai, tim SAR gabungan melakukan briefing dan koordinasi lintas sektor pagi tadi. Pencarian dilakukan berdasarkan Rencana Operasi SAR H2 serta perhitungan SAR Map Prediction untuk menentukan arah dan luas area pencarian yang paling memungkinkan.Pada hari kedua operasi pencarian, area pencarian mencapai radius 26,26 Nm atau sekitar 42,2 km. Untuk mengoptimalkan pencarian, area dibagi menjadi dua sektor, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR 224 Basudewa dan SRU 2 menggunakan KM Maulana VII, dengan pola pencarian laut terstruktur.Selain penyisiran laut, unsur SAR gabungan juga melakukan pencarian di wilayah pesisir, termasuk penyisiran sepanjang pesisir Tambling dan perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan kapal hiu fiber milik Tambling Wildlife Nature Conservation.Namun, operasi sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk di lokasi pencarian. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan pada siang hari.Hingga sore hari, hasil pencarian belum menemukan korban hilang. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari ketiga sesuai rencana operasi berikutnya.Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Lampung, TNI AL, serta unsur masyarakat dan relawan setempat. Berikut ini data identitas 8 ABK yang hilang dan dalam pencarian:1.⁠ ⁠M. Rifky Isna, 22 tahun, asal Pekalongan2.⁠ ⁠Fattahillah, 30 tahun, asal Pekalongan 3.⁠ ⁠Syaiful Parno Majid, 46 tahun, asal Pekalongan4.⁠ ⁠M. Yusron muttaqo, 33 tahun, asal Pekalongan5.⁠ ⁠Rasmat, 46 tahun, asal Pekalongan6.⁠ ⁠Agus Ramadlon, 47 Tahun, asal Pekalongan7.⁠ ⁠Mujahidn, 39 tahun, asal Pekalongan8.⁠ ⁠Syahrudin Dirwanto, 22 tahun, asal Depok


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-15 09:29