Prabowo Temui Korban Banjir di Tapanuli Tengah: Mereka Masih Syok

2026-01-12 10:08:46
Prabowo Temui Korban Banjir di Tapanuli Tengah: Mereka Masih Syok
Jakarta Presiden Prabowo Subianto meninjau korban terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Senin , di mana dia sempat bercengkrama di sana."Tentunya mereka masih dalam kondisi syok. Saya kira pemerintah sudah berbuat yang terbaik," kata Prabowo di Bandara Sisingamangaraja XII Silangit, Sumatra Utara, Senin .Dia bersyukur saat ini cuaca di Pulau Sumatra sudah membaik. Prabowo menuturkan pemerintah saat ini memprioritaskan pendistribusian bantuan ke lokasi bencana, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan listrik yang sangat vital.Advertisement"Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan terutama BBM yang sangat penting, listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya. BBM tadi yang dilaporkan ke saya yang sangat penting," jelasnya.Selain itu, dia memastikan desa-desa yang terisolasi akan segera dijangkau. Prabowo menyebut pemerintah telah mengerahkan sejumlah pesawat Hercules dan helikopter untuk mempercepat pengiriman bantuan serta penanganan bencana di wilayah Sumatra."Insya Allah kita dengan dengan kerja sama erat teamwork yang baik, kita bisa segera menghadapi musibah ini, segara memberi solusi-solusi kepada kesulitan sekarang ini," ujar Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-12 08:28