Boston Tea Party: Malam Ketika Teh Mengubah Arah Sejarah Amerika

2026-01-12 08:57:02
Boston Tea Party: Malam Ketika Teh Mengubah Arah Sejarah Amerika
- Lebih dari dua abad lalu, sebuah peristiwa di Boston menjadi penanda awal runtuhnya kepercayaan antara koloni Amerika dan Kerajaan Inggris.Pada 16 Desember 1773, ratusan peti teh yang dibuang ke laut bukan sekadar barang dagangan yang hilang, melainkan simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap tidak adil.Dengan demikian, hari ini Selasa menjadi peringatan dari peristiwa yang mengubah pendudukan Kerajaan Inggris di Amerika. Peristiwa itu merupakan Boston Tea Party atau Pesta Teh Boston, berikut sejarahnya. Baca juga: Dampak Peristiwa Boston Tea PartyDilansir dari laman National Archive Kerajaan Inggris, pelabuhan Boston pada malam 16 Desember 1773 tidak sepenuhnya sunyi.Di balik gelap dan dinginnya musim dingin, sekelompok kolonis Amerika bergerak menuju kapal-kapal Inggris yang berlabuh di Boston Harbour.Sebagian dari mereka menyamar sebagai penduduk Mohawk, sebuah cara untuk menyamarkan identitas sekaligus menyampaikan pesan simbolik.Mereka menaiki tiga kapal milik Inggris dan secara sistematis membuang 340 peti teh ke laut. Tidak ada kapal yang dirusak, tidak ada awak yang disakiti.Sasaran mereka jelas: teh milik East India Company, komoditas yang telah berubah menjadi lambang penindasan ekonomi dan politik.Baca juga: Peristiwa Boston Tea Party: Latar Belakang, Proses, dan DampaknyaAksi tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak berakhirnya Perang Tujuh Tahun pada 1763, Inggris berupaya menutup beban keuangan perang dengan memungut pajak dari koloni Amerika.Berbagai aturan diberlakukan, mulai dari Stamp Act hingga Townshend Acts, yang memicu gelombang protes.Ketegangan mencapai titik kritis ketika Parlemen Inggris mengesahkan Tea Act pada 1773. Aturan ini memberi East India Company hak istimewa dalam perdagangan teh di Amerika. Bagi Inggris, kebijakan ini dianggap solusi ekonomi.Bagi kolonis, kebijakan tersebut mempertegas masalah lama: pajak yang ditarik tanpa perwakilan di Parlemen Inggris dan monopoli yang merugikan pedagang lokal.Baca juga: Amerika Serikat Rayakan Black Friday, Apa dan Bagaimana Sejarahnya?Reaksi Inggris terhadap Boston Tea Party berlangsung tegas. Parlemen mengesahkan serangkaian undang-undang yang dikenal sebagai Coercive Acts, yang oleh kolonis disebut Intolerable Acts.Pelabuhan Boston ditutup, pemerintahan Massachusetts diperketat, dan kekuasaan militer diperluas.Alih-alih meredam perlawanan, langkah ini justru memperkuat solidaritas antarkoloni. Pada 1774, perwakilan dari 12 koloni berkumpul dalam First Continental Congress untuk menyusun sikap bersama terhadap Inggris.Ketegangan yang terus meningkat akhirnya berubah menjadi konflik bersenjata pada 1775.Kurang dari tiga tahun setelah malam di pelabuhan Boston itu, koloni-koloni Amerika mendeklarasikan kemerdekaannya.Boston Tea Party pun dikenang bukan hanya sebagai aksi protes, tetapi sebagai titik awal perubahan besar dalam sejarah Amerika.Baca juga: Kisah Amerika Memilih Hiroshima dan Nagasaki Sebagai Sasaran Bom Atom


(prf/ega)