Jaktim Catat Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tertinggi, Warga Diminta Tak Ragu Lapor

2026-01-15 06:44:14
Jaktim Catat Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tertinggi, Warga Diminta Tak Ragu Lapor
JAKARTA, - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur meminta masyarakat tidak takut melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.Sepanjang 2025, Jakarta Timur tercatat memiliki jumlah kasus tertinggi di DKI Jakarta, yakni 541 kasus."Iya, yang jelas saya sampaikan untuk masyarakat apabila terjadi hal-hal kekerasan terhadap anak maupun perempuan jangan segan-segan untuk melapor karena setelah melapor itu pasti terlindungi haknya," ucap Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Swalayan TipTop Duren Sawit, Rabu .Munjirin menambahkan, Pemkot Jakarta Timur akan bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah (NGO) untuk menekan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya."Yang jelas kami dari pemerintah kota terus berupaya semaksimal mungkin dengan menggandeng seluruh SKPD yang berhubungan dengan penanganan tersebut plus dari NGO-NGO luar. Agar kejadian-kejadian itu dari tahun ke tahun terus kita minimalisir," ungkap Munjirin.Baca juga: Hidup dari Gunungan Sampah Bantargebang, Andi Raup Rp 30 Juta per Bulan dari Limbah PlastikPenanganan kasus dilakukan secara merata melalui pendampingan tim Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), mengingat potensi kekerasan dapat terjadi di seluruh wilayah Jakarta Timur.“Secara pasti tidak menunjukkan suatu salah satu tempat itu rawan benar, tapi bisa terjadi di mana saja. Jadi kita rata saja (penanganannya),” ujarnya.Data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mencatat sejak Januari hingga 16 Desember 2025 terdapat 2.182 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.Laporan tersebut menunjukkan kekerasan psikis dan seksual mendominasi sepanjang tahun ini.Baca juga: Bagaimana UMP Jakarta 2026 Ditetapkan? Ini Rumus dan Simulasi KenaikannyaKepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Iin Mutmainnah menjabarkan rincian korban berdasarkan kategori."Secara umum jenis kekerasan terbanyak ini kekerasan psikis sebanyak 1.059, kemudian kekerasan seksual 901, kekerasan fisik 894, eksploitasi 109, penelantaran 72, dan data masih dalam konfirmasi adalah sebanyak sembilan kasus," ungkap Iin.Dari total kasus, korban perempuan dewasa mencapai 1.004 orang, anak perempuan 809 orang, dan anak laki-laki 369 orang.Laporan perundungan (bullying) umumnya masuk dalam kategori kekerasan psikis dan paling sering diterima melalui Pos SAPA atau pos pengaduan di tingkat kecamatan.Baca juga: Alamat Rumah Bocor di Medsos, Laras Faizati Khawatir Keamanan KeluargaIin menambahkan, wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di Jakarta Timur."Paling tinggi kalau dari data secara umum itu memang dengan melihat kondisi kepadatan penduduk, ya memang (Jakarta) Timur tertinggi," jelasnya.Rincian jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berdasarkan wilayah lain di DKI Jakarta adalah Jakarta Selatan 441 kasus, Jakarta Utara 411 kasus, Jakarta Barat 368 kasus, Jakarta Pusat 293 kasus,Kabupaten Kepulauan Seribu 16 kasus, luar DKI Jakarta 108 kasus, serta dua kasus masih dalam tahap konfirmasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 07:07