Banjir di Sumatera Berangsur Surut, Gelondongan Kayu Mulai Dievakuasi

2026-01-14 16:40:50
Banjir di Sumatera Berangsur Surut, Gelondongan Kayu Mulai Dievakuasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan banjir di wilayah Aceh dan Sumatera mulai berangsur surut. Saat ini pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan ialah penyaluran akses bantuan di wilayah-wilayah terdampak."Mayoritas sudah surut karena empat hari ini cuaca cerah. Hanya infrastruktur yang putus (jalan/jembatan)," kata Kepala BNPB Suharyanto saat dihubungi, Selasa (2/12/2025).Suharyanto juga buka suara terkait gelondongan kayu yang masuk ke rumah warga usai banjir terjadi. Dia menyebut kejadian itu berada di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel).Menurut Suharyanto, alat berat telah diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi kayu-kayu besar tersebut. Mesin-mesin dari BNPB dan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum juga telah dikerahkan ke lokasi."Kayu gelondongan besar-besar itu di Tapsel. Saya sudah masuk ke sana, alat berat local sudah bekerja. Kami minta Kemen PU dan sedang inside (masuk ke lokasi) termasuk kami bantu mesin senso, pompa alkon," katanya.BNPB secara berkala memperbarui data korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera. Per Senin (1/12) petang, jumlah korban meninggal menjadi 604 orang.Data tersebut diperbarui di-update melalui situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan jumlah korban yang ditampilkan merupakan data terbaru. "Data yang tampil data ter-update," ujar Abdul Muhari kepada wartawan.Berikut ini data korban bencana Sumatera per pukul 18.24 WIB, Senin (1/12).Korban Jiwa: 604 OrangKorban Hilang: 464 orangKorban luka: 2.600 orangWarga terdampak: 1,5 juta orangJumlah pengungsi: 570 ribu orang.Adapun rincian korban jiwa di Aceh sebanyak 156 orang, korban hilang 181 dan korban luka 1.800 orang. Kemudian, korban meninggal di Sumbar sebanyak 165 orang, korban hilang 114 jiwa, dan 112 orang terluka. Sementara di Sumut, jumlah korban meninggal 283 orang, 169 orang hilang, dan 613 terluka.Data BNPB juga menyampaikan sebanyak 3.500 rumah rusak beras, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Kemudian, 271 jembatan rusak hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.Simak juga Video: Menteri LH akan Panggil 8 Perusahaan soal Gelondongan Kayu di Sumut[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 15:14