- Istilah “gaslighting” dan “playing victim” jadi sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika sedang terjadi konflik emosional.Keduanya sama-sama bisa membuat seseorang merasa bersalah dan tertekan. Akan tetapi, gaslighting dan playing victim memiliki arti dan tujuan yang berbeda.Pendiri Cup of Stories, Psikolo Fitri Jayanthi, M.Psi. menerangkan, gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat orang lain merasa bersalah, bahkan sampai meragukan diri sendiri.“Untuk playing victim, ini adalah ketika kita merasa selalu menjadi korban. Apapun yang terjadi, kita yang selalu disalahkan,” ungkap Fitri saat dihubungi pada Selasa .Baca juga: Britney Spears Sebut Dirinya Korban Gaslighting dari Mantan SuaminyaTujuan seseorang melakukan gaslighting adalah agar orang lain mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang sedang terjadi. Padahal, masalah disebabkan oleh mereka.Inilah mengapa korban bisa meragukan diri sendiri lantaran mereka meragukan ingatan, kewarasan, dan kemampuan untuk membedakan fakta.Fitri menjelaskan, orang yang meng-gaslight orang lain supaya mengambil tanggung jawab mereka, didasarkan pada rasa takut.Mereka takut untuk mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang terjadi karena takut untuk dikritik oleh orang lain.“Mereka ingin banget citra diri mereka itu benar-benar yang bagus banget di mata orang lain. Mereka ingin terlihat kompeten, jadi mereka ingin terlihat sempurna. Mereka enggak mau ada kesalahan sama sekali,” tutur dia.Ketika indivisu melihat situasi atau permasalahan yang disebabkan olehnya, mereka akan melakukan gaslighting ke orang lain, entah itu pasangan, anggota keluarga, teman, maupun rekan kerja.“Dan akhirnya, ini membuat orang lain jadi mengambil tanggung jawab atas kesalahan itu, sedangkan citra diri dia tetap bersih dan positif,” ujar Fitri.Baca juga: Hati-hati, 3 Tanda Kamu Melakukan Gaslighting pada Diri Sendiri“Tujuan dari playing victim adalah untuk mendapatkan simpati dari orang lain,” kata Fitri.Menurut buku “Family Constellation” karya Meilinda Sutanto, playing victim dijadikan sebagai sarana untuk mencari perhatian, serta mengontrol pikiran dan perasaan orang lain, demi mendapat belas kasihan.Baca juga: 7 Dampak Psikologis yang Bisa Dialami Korban Gaslighting dalam Hubunganfreepik.com Ilustrasi stres. Sementara pada orang-orang yang suka playing victim, mereka berusaha mencari simpati karena berbagai faktor.Di antaranya adalah pernah melakukan hal serupa di masa lalu dan berhasil, atau tipe kepribadiannya memang selalu berusaha untuk mencari perhatian orang lain.
(prf/ega)
Ketahui, Perbedaan Gaslighting dengan Playing Victim
2026-01-12 17:20:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:26
| 2026-01-12 17:17
| 2026-01-12 16:33
| 2026-01-12 15:53
| 2026-01-12 15:07










































