SENIN, 10 November 2025, merupakan hari penganugerahan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada sepuluh tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara, Jakarta.Salah satu di antaranya adalah Tuan Rondahaim Saragih Garingging dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.Kolumnis Anwar Saragih dalam "Pahlawan Nasional 2025: Tuan Rondahaim Saragih, Napoleon dari Tanah Batak" (Kompas.com, 11/11/2025), menuliskan bahwa Tuan Rondahaim sejak kecil hidup jauh dari kemewahan istana karena ibunya, Ramonta boru (br) Purba Dasuha memilih tinggal di desa dan mendidiknya dalam kesederhanaan.KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI Foto: Sketsa wajah Tuan Rondahaim Saragih Garingging|Dok: Lukman Rudi Saragih GaringgingDidikan keras dan kehidupan rakyat membentuk jiwanya menjadi tangguh, berani, dan setia pada tanah kelahirannya.Sejak muda ia belajar bertani, berperang, dan memahami makna tanggung jawab.Setelah menimba ilmu perang di Aceh serta pemerintahan dan ekonomi di Tebing Tinggi, Tuan Rondahaim akhirnya dinobatkan menjadi Raja Raya XIV.Dalam kepemimpinannya, Rondahaim menata kembali struktur kerajaan, menyatukan tujuh kerajaan kecil di sekitar Raya, dan menegakkan disiplin tanpa pandang buluh.Ia dikenal keras, tetapi adil dan memihak rakyatnya dengan sepenuh hati.Baca juga: Perampasan Tanah Adat Sihaporas dan Kolonialisme Gaya BaruKetika Belanda mulai memperluas kekuasaan di Sumatera melalui Traktak Siak (1858), Tuan Rondahaim dengan tegas menolak menanda-tangani korte verklaring, menolak tunduk pada kekuasaan kolonial.Keberaniannya membuat Belanda menjulukinya "Napoleon der Bataks". Ia memimpin perlawanan rakyat dengan membakar gudang tembakau Belanda di Tebing Tinggi. Ia menggugah semangat perlawanan terhadap penindasan ekonomi.Ketegasannya dalam menjaga kedaulatan membuatnya disegani sekaligus diberi julukan "Tuan Raya na Mabajan" (raja yang keras dan tidak kompromi terhadap pengkhianatan.Selama hidupnya, dikenang sebagai raja pemberani dan pahlawan yang hidup untuk rakyatnya serta menolak ketidak-adilan.Semangat dari Tuan Rondahaim serasa dan seakan hadir dalam diri ribuan orang yang menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Sumatera Utara pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.Mereka hadir lewat doa, spanduk, orasi, dan komitmen yang sama, yakni "tidak mau berkompromi terhadap pengkhianatan".Pengkhianatan yang dimaksud adalah pengrusakan hutan di tanah Batak dan penindasan terhadap masyarakat adat yang telah puluhan generasi menjaga keseimbangan alam di tanah tersebut.
(prf/ega)
Tuan Rondahaim dan Semangatnya Kini
2026-01-12 03:54:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:49
| 2026-01-12 02:50
| 2026-01-12 02:49
| 2026-01-12 02:26
| 2026-01-12 01:53










































