Kunjungi 5 Petani Korban Penembakan Konflik Agraria, Bupati Bengkulu Selatan: Biarkan Tim Medis Bekerja

2026-01-11 23:23:14
Kunjungi 5 Petani Korban Penembakan Konflik Agraria, Bupati Bengkulu Selatan: Biarkan Tim Medis Bekerja
BENGKULU, - Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajudin mengunjungi lima petani yang menjadi korban penembakan oleh oknum keamanan perusahaan perkebunan pada Senin .Bupati menemui satu per satu korban dan meminta semua pihak menahan diri serta membiarkan tenaga medis bekerja tanpa tekanan."Biarkan tim medis bekerja jangan terlalu cepat menyimpulkan yang penting korban mendapatkan penanganan kesehatan dulu," ujar Rifai Tajudin dikonfirmasi melalui telepon, Senin .Ia menyebut situasi keamanan di Bengkulu Selatan secara umum tetap kondusif. Rifai mengatakan ia bersama unsur Muspida seperti kepolisian dan TNI akan terus berkoordinasi terkait penanganan kasus tersebut.Baca juga: Konflik Agraria Perkebunan Sawit, 5 Petani di Bengkulu Ditembak Kemanan Perusahaan"Secara umum situasi tetap kondusif," ungkap dia.Sebelumnya, lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, ditembak oleh oknum keamanan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit pada Senin .Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu Dodi Faisal mengatakan penembakan itu terjadi saat perusahaan hendak mendoser sejumlah lahan untuk perkebunan kelapa sawit."Selama ini konflik agraria antara petani dengan perusahaan sudah terjadi cukup lama. Hari ini perusahaan mendoser lahan, masyarakat menahan maka terjadilah penembakan oleh oknum pengaman perusahaan," kata Dodi, dikonfirmasi melalui telepon, Senin .Menurut Dodi, kelima korban penembakan tersebut adalah Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung."Datuk Buyung kena tembak dada sebelah kanan. Petani melihat pelaku penembak adalah keamanan perusahaan. Pistol sudah diamankan warga," ungkap Dodi.Baca juga: Kronologi Penembakan Petani Pino Raya oleh Keamanan Perusahaan Sawit


(prf/ega)