- Unggahan peta cuaca yang menunjukkan keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S, kemudian terlihat di belakangnya Bibit Siklon Tropis 92S, ramai dibahas di media sosial.Dalam narasinya, pengunggah menyebut Bibit Siklon Tropis 91S terpantau mendekati Sumatera, sementara bibit siklon baru 92S, muncul di belakangnya.“BIBIT SIKLON 91S MENDEKATI SUMATRA, SEMENTARA ITU MUNCUL BIBIT SIKLON BARU DI BELAKANGNYA,” tulis akun Instagram @infogem* pada Rabu .Sejumlah warganet turut mengomentari unggahan tersebut. Beberapa menyebut wilayah Padang, Sumatera Barat, sudah kembali diguyur hujan deras.“Di Padang udah mulai lagi nih hujan non stop,” tulis seorang pengguna.“Iya min, di Padang dari subuh sampai sekarang hujan deras ndak berhenti-henti. Kenapa banyak bibit siklon berdatangan? Kenapa targetnya Sumatera lagi?” komentar warganet lain.Lantas, benarkah Bibit Siklon Tropis 91S mendekati Pulau Sumatera dan diikuti bibit siklon baru?Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 15 Desember 2025, Ini 26 Wilayah yang Perlu WaspadaDirektur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan Bibit Siklon Tropis 91S mulai terbentuk pada Minggu pukul 07.00 WIB di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung.Berdasarkan analisis pada Rabu pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi di sekitar 4,9 derajat LS dan 96,1 derajat BT.Saat ini, sistem tersebut bergerak dengan kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan 1008 hPa.“Dalam 24 jam ke depan, intensitas Bibit Siklon 91S diprediksi masih persisten, tetapi dengan kecenderungan menurun. Kecepatan angin maksimum diperkirakan 15–20 knot dengan pergerakan ke arah timur,” kata Andri kepada Kompas.com, Rabu.Ia menambahkan, dalam 48-72 jam ke depan, intensitas bibit siklon diprediksi masih persisten dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15-20 knot dan pergerakan ke arah barat daya.Adapun, kata Andri, potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori peluang rendah.Ia menjelaskan, keberadaan bibit siklon tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
(prf/ega)
Beredar Kabar Bibit Siklon 91S Dekati Sumatera lalu Disusul 92S, BMKG Ungkap Dampaknya
2026-01-12 05:26:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:58
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:25
| 2026-01-12 04:51










































