- Para ilmuwan menemukan bahwa serangan jantung ternyata menyebabkan kerusakan lebih besar ketika siang hari daripada malam hari. Penemuan tersebut dituliskan dalam Journal of Experimental Medicine yang diterbitkan pada 12 Desember 2025. Para peneliti memahami teori mengapa serangan jantung di siang hari lebih berbahaya, yang kemungkinan disebabkan fluktuasi harian hormon stres dan tekanan darah. Namun, peran dari sistem kekebalan tubuh masih kurang jelas.Penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Immunity pada 2019 menunjukkan, neutrofil, sel imun yang pertama kali datang saat terjadi cedera, bekerja lebih agresif pada siang hari.Hal ini membuat neutrofil memicu peradangan yang lebih kuat dan justru menyebabkan kerusakan jaringan tambahan, bukan hanya memperbaiki luka.Kini, dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menghubungkan antara serangan jantung di siang hari dengan neutrofil yang agresif.Baca juga: Sering Makan Pedas Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Otak, Ini Penjelasan PenelitiDilansir dari Live Science, Minggu , dengan menganalisis catatan klinis di lebih dari 2.000 pasien serangan jantung, tim tersebut menemukan bahwa pasien yang dirawat pada siang hari menunjukkan jumlah neutrofil yang lebih tinggi dan kerusakan jantung yang lebih besar.Mereka kemudian mengkonfirmasi pola yang sama dalam percobaan dengan tikus.Para peneliti membagi tikus laboratorium mereka menjadi dua kelompok. Kelompok satu dengan kadar neutrofil normal dan satu lagi yang kadar neutrofilnya dikurangi dengan pengobatan antibodi.Kemudian, mereka menginduksi serangan jantung pada tikus-tikus tersebut pada waktu yang berbeda di siang dan malam hari.Baca juga: Dokter Ungkap Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga Maraton, Ini Cara MengatasinyaPada kelompok tikus pertama, mereka mengamati ritme yang jelas berupa cedera jantung yang lebih besar di pagi hari dibandingkan di malam hari, mirip dengan apa yang terlihat pada data manusia.Namun, pada tikus dengan jumlah neutrofil rendah, ritme ini menghilang dan serangan jantung menyebabkan kerusakan yang lebih sedikit secara keseluruhan.Untuk menguji gagasan tersebut lebih lanjut, para peneliti secara genetik menonaktifkan gen yang membantu mengendalikan jam sirkadian.Seperti yang diduga, ritme tersebut kembali menghilang dan kerusakan jantung secara keseluruhan berkurang pada tikus yang telah dimodifikasi.Yang terpenting, meskipun mengurangi jumlah neutrofil melemahkan sistem kekebalan tubuh, para ilmuwan menemukan bahwa menghapus gen jam biologis tidak mengganggu kemampuan tikus untuk melawan infeksi.
(prf/ega)
Benarkah Serangan Jantung Lebih Merusak di Siang Hari daripada Malam? Ini Penjelasan Peneliti
2026-01-12 07:02:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:07
| 2026-01-12 05:59
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:24










































