Sosok Gus Elham, Pendakwah Muda yang Dikritik karena Cium Anak-Anak Perempuan

2026-02-02 08:01:58
Sosok Gus Elham, Pendakwah Muda yang Dikritik karena Cium Anak-Anak Perempuan
Jakarta- Pendakwah muda Muhammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham menjadi sorotan publik usai videonya viral di media sosial. Dalam video itu, dia tampak mencium pipi seorang anak perempuan.Belakangan, muncul beberapa video yang memperlihatkan Gus Elham mencium beberapa anak perempuan. Bahkan, Gus Elham mencium tepat di bibir sang anak.Deretan video itu membuat netizen semakin geram dan menghujat Gus Elham. Netizen bahkan menyebut Gus Elham sebagai pedofil atau seseorang yang memiliki minat seksual terhadap anak-anak yang belum mencapai usia remaja awal.AdvertisementTak hanya netizen, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menilai sikap Gus Elham yang mencium anak-anak perempuan tidak pantas.“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” kata Romo Syafii di Jakarta, Selasa .Romo menegaskan bahwa Kemenag telah memiliki pedoman lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren. Dia berjanji akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang."Ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” ujarnya.“Tentu saja kasus-kasus itu mungkin tetap ada ya, tapi kita tadi sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa hindari," lanjut Romo Syafi'i.Mengenai kemungkinan pemanggilan terhadap Gus Elham, Romo Syafi’i mengatakan pengawasan dan penertiban merupakan salah satu langkah Kemenag untuk memastikan keteladanan dalam ruang publik keagamaan.“Tadi kan sudah kita sampaikan, pengawasan itu termasuk itu, supaya tidak terulang. Bahkan terhadap yang bersangkutan memang harus ada upaya mengembalikan kepada posisinya, jika tidak mengulangi perbuatan-perbuatannya,” pungkasnya, dikutip dari Antara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 07:09