Persagi Temui DPR dan BGN, Dukung Perkuat Kesadaran Gizi Lewat Program MBG

2026-02-03 15:18:35
Persagi Temui DPR dan BGN, Dukung Perkuat Kesadaran Gizi Lewat Program MBG
Jakarta - Persatuan Ahli Gizi Nasional (Persagi) dipastikan terus terlibat aktif dalam program Makan Bergizi Gratis. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy setelah bertemu dengan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Sony Sanjaya.“Persagi berkomitmen mensukseskan program MBG, utamanya dalam memberi penyuluhan dan literasi terkait gizi kepada masyarakat. Indikator kesuksesannya nanti bisa dilihat lewat perubahan perilaku makan, peningkatan IQ, hingga status gizi,” jelas Doddy dalam keterangannya, Senin .“Kami berterima kasih kepada pak Cucun selaku Wakil Ketua DPR RI karena telah memfasilitasi pertemuan Persagi dengan BGN. Semoga kolaborasi ini bisa bermanfaat agar masyarakat di seluruh wilayah memiliki akses terhadap makanan sehat,” sambungya.AdvertisementSebelumnya, DPR dan Persagi sempat mendapat sorotan. Hal ini karena pernyataan Cucun yang menyatakan akan mengubah titel ‘ahli gizi’ dalam rekrutmen petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sebuah acara yang digelar BGN di Jawa Barat beberapa waktu lalu. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-03 14:05