Bahlil soal TNI Jaga Industri Strategis: Daripada Orang Sabotase

2026-01-17 02:30:50
Bahlil soal TNI Jaga Industri Strategis: Daripada Orang Sabotase
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan mengenai keterlibatan TNI untuk menjaga industri strategis nasional, dengan mengatakan bahwa hal tersebut penting untuk mengamankan aset negara."Saya pikir semua institusi negara harus berkolaborasi untuk mengamankan apa yang menjadi hal-hal penting bagi kepentingan negara," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu seperti dilansir Antara.Bahlil menyampaikan seluruh unsur negara memiliki peran dalam memastikan keamanan aset yang berkaitan dengan kepentingan nasional.AdvertisementMenurut dia, keterlibatan aparat keamanan, baik TNI maupun kepolisian, menjadi bagian dari langkah mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan terhadap aset negara tersebut."Daripada orang sabotase, menjadi aparat keamanan TNI, polisi, itu penting," ucapnya. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 01:53