– EleVee Residences di Alam Sutera menawarkan solusi hunian bagi pekerja urban yang beraktivitas di Jakarta dan menginginkan tempat tinggal tak jauh dari Ibu Kota dengan lingkungan yang nyaman. Kawasan apartemen premium ini tak hanya menawarkan aksesibilitas, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik.Berlokasi di Central Living District, jantung Alam Sutera, EleVee Residences memberikan kemudahan akses ke berbagai fasilitas penting. EleVee Residences juga hanya berjarak 1 menit berkendara ke tol Jakarta-Tangerang.Ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Untuk fasilitas publik, EleVee dekat dengan Binus University (3 menit berkendara), Rumah Sakit (RS) EMC Alam Sutera (8 menit), serta area komersial dan lifestyle hub di Alam Sutera.Kawasan tersebut sudah terintegrasi dengan akses jalan tol dan transportasi publik, punya lingkungan hijau serta kualitas udara bagus.EleVee Residences merupakan kawasan apartemen premium yang mendukung gaya hidup urban yang menginginkan mobilitas serbacepat, praktis, nyaman, serta udara sehat.Kawasan itu juga menawarkan pengalaman walkable living dengan jalur pedestrian yang rapi, aman, dan nyaman untuk berjalan kaki ataupun joging.EleVee juga mendedikasikan Central Forest seluas 4 ha dan Eucalyptus Park seluas 1 ha tanpa komersialisasi.Dedikasi lahan hijau ini menunjukkan komitmen EleVee untuk menghadirkan hunian premium dengan suasana tenang dan udara bersih sekaligus pembeda utama dari hunian vertikal lainnya.Dengan berbagai keunggulan tersebut, EleVee Residences menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menikmati gaya hidup urban sehat. Untuk melengkapi pengalaman tinggal yang berkualitas, EleVee juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang.Di EleVee Residences, penghuni bisa mengakses dengan mudah sejumlah fasilitas untuk mendukung kesehatan fisik dan mental.Fasilitas lengkap untuk gaya hidup berkualitasEleVee memanjakan penghuninya dengan berbagai fasilitas lengkap berkelas dunia. Fasilitas tersebut mencakup kolam renang anak, kolam renang biasa, lap pool, gym, area latihan terbuka, dan ruang komunal.Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh penghuni. Ruang komunalnya juga dirancang untuk mendorong interaksi sosial dan menciptakan sense of community.Sebagai hunian modern, EleVee dilengkapi dengan berbagai teknologi mutakhir yang menunjang gaya hidup penghuninya. Teknologi tersebut seperti sistem touchless entry and exit, internet berkecepatan tinggi, dan smart home system.Setiap unit EleVee dirancang dengan konsep high ceiling dan full double glass window yang meredam suara serta mengurangi panas dari luar. Setiap unitnya juga dilengkapi balkon untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan pemandangan luar.Dari sisi keamanan, EleVee menerapkan cluster one gate system yang berarti apartemen eksklusif tersebut hanya memiliki satu pintu keluar-masuk. Sistem ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan secara signifikan di kluster Alam Sutera lainnya.Semua fasilitas dan teknologi ini dirancang untuk memastikan penghuni dapat menikmati kehidupan yang lebih berkualitas setiap harinya.Ekosistem Alam Sutera yang mendukungKeunggulan lokasi EleVee Residences tersebut semakin diperkuat oleh ekosistem Alam Sutera yang sejak awal dirancang dengan perencanaan matang dan berkelanjutan. Kawasan seluas 800 ha ini dikembangkan sejak 1994 dan kini telah tumbuh menjadi wilayah penyangga Jakarta dengan kualitas hidup yang lebih baik.Direktur Sales Marketing Alam Sutera Lilia S Sukotjo mengatakan, kawasan Alam Sutera dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat akan hunian berkualitas."Sebuah lingkungan hunian itu lebih dari sekadar tempat tinggal. Ia menentukan standar hidup yang dijalani seseorang hari ini dan bagaimana masa depannya akan terbentuk," ujar Lilia lewat keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin .Lilia menambahkan, salah satu keunggulan utama Alam Sutera adalah kualitas udara yang sehat dan ruang terbuka hijau. Berdasarkan hasil pemantauan, tingkat polusi di Alam Sutera jauh lebih rendah ketimbang kawasan perkotaan padat lain dengan indeks Sulfur Dioksida (SO2), Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Partikulat Debu (PM10 dan PM2.5), dan Timbal (Pb) yang berada di bawah rata-rata.Tidak hanya itu, jalan-jalan di dalam kawasan pun dibuat beratapkan pohon trembesi yang mampu menetralkan emisi karbon dan menyaring cahaya matahari. Upaya-upaya ini pun menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan udara yang lebih bersih.Ekosistem Alam Sutera bisa bentuk budaya ramah lingkunganPakar Lingkungan dan Tata Kota Nirwono Joga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Alam Sutera yang mengalokasikan 40 persen lahan untuk RTH. Menurutnya, langkah tersebut menjadi percontohan yang sangat baik yang harus dicontoh pengembang lainnya, bahkan oleh pemerintah kota.Dia menjelaskan, dari sudut pandang developer, menyediakan 40 persen lahan untuk ruang terbuka hijau sangat luar biasa karena ini berkaitan dengan potensi keuntungan. Bahkan jika hanya menyediakan 20 persen pun tidak ada masalah secara regulasi."Penyediaan 40 persen ini menurut saya sudah luar biasa. Harusnya pemerintah kota, provinsi, dan pusat wajib memberikan apresiasi penghargaan," ujar Joga dalam wawancara dengan Kompas.com, Rabu .Joga menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pemerintah pusat menargetkan minimal 30 persen RTH. Dengan 40 persen RTH, Alam Sutera telah melebihi dari target yang sudah ditetapkan.Oleh karena itu, menurutnya, Alam Sutera patut mendapatkan apresiasi. Dia menyebut, jika hal itu dijadikan pilot project dan benar-benar dimunculkan, Alam Sutera justru akan menjadi laboratorium hidup baru untuk konsep kota taman masa depan.Alam Sutera, imbuhnya, bisa menjadi contoh bagi pengembangan kawasan hunian berkelanjutan di Indonesia."Apa yang sudah mulai dirintis di Alam Sutera, harusnya dapat menginspirasi pemukiman-pemukiman lain. Tidak sekadar itu, mereka juga menjadi salah satu pilot project bagi pengembangan di kota-kota lain di Indonesia," katanya.Joga menambahkan, komitmen Alam Sutera terhadap lingkungan sejak awal perancangan kawasan patut diapresiasi. Sedari awal perencanaan, Alam Sutera dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution atau solusi berbasis alam.Contohnya adalah landscape with design, yakni mengikuti kontur dan topografi awal yang sudah ada di alam. Berbeda dengan pengembang lain yang memaksakan konsep tanpa mempertimbangkan kondisi alam, Alam Sutera justru mempertahankan kontur-kontur awal."Kalau Alam Sutera sebaliknya. Justru sejak awal, kontur-kontur awal dan topografi awal itu dipertahankan, baru kemudian dimasukkan dengan elemen-elemen baru tanpa harus merusak," terangnya.Dengan konsep itu, harmonisasi bangunan dengan alam sekitar tercipta. Hal ini membuat RTH-nya terasa betul di kawasan ini.Joga juga menekankan, Alam Sutera tidak hanya menyediakan infrastruktur fisik yang bagus, tetapi juga membentuk budaya ramah lingkungan bagi penghuninya. Lingkungan yang nyaman untuk berjalan kaki, aman, dan dikelilingi taman akan membentuk kebiasaan positif, terutama bagi anak-anak dan anak muda."Mereka nanti secara tanpa sadar akan membentuk, oh ternyata lingkungan kota yang ramah, lingkungan yang sehat, dan berkelanjutan seperti ini ya. Ini menjadi bekal penting," katanya.Joga menyebut, pada saat mereka nanti dewasa, dengan bekal pengalaman mendalam tentang sebuah kota yang aman dan lingkungannya sehat yang didapat di Alam Sutera, mereka akan mempunyai kebijakan-kebijakan yang berbasis terhadap keberlanjutan lingkungan.Sederet hasil penelitian pun memperkuat pernyataan Joga. Paparan terhadap ruang hijau, misalnya, dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan mood, dan mendukung produktivitas hidup. Dengan kata lain, ruang hijau yang luas berpengaruh langsung pada kesehatan dan wellness keluarga.
(prf/ega)
EleVee Residences di Alam Sutera, Saat Hunian Ikut Meningkatkan Kualitas Hidup
2026-01-12 05:17:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 04:53
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:56
| 2026-01-12 03:36










































