Belok Tak Sesuai Instruksi, 2 Pesawat Nyaris Tabrakan Saat Lepas Landas

2026-01-14 09:49:55
Belok Tak Sesuai Instruksi, 2 Pesawat Nyaris Tabrakan Saat Lepas Landas
HOUSTON, – Dua pesawat komersial dilaporkan nyaris bertabrakan saat lepas landas dari Bandara Internasional George Bush, Houston, Amerika Serikat, awal bulan ini.Insiden tersebut terjadi ketika dua pesawat dari maskapai berbeda berada di jalur penerbangan yang saling berpotongan.Otoritas penerbangan federal Amerika Serikat kini turun tangan untuk menyelidiki kejadian itu.Baca juga: Kegagalan Teknis di Balik Jatuhnya Antonov, Mengakhiri 50 Tahun Pesawat Raksasa SovietMeski tidak menimbulkan korban, insiden ini kembali menyoroti isu keselamatan penerbangan.Menurut keterangan Federal Aviation Administration (FAA), insiden itu melibatkan pesawat Volaris Airlines dengan nomor penerbangan 4321 yang hendak menuju El Salvador dan pesawat United Express Flight 814 tujuan Jackson, Mississippi.FAA menyebut pesawat Volaris melakukan belokan ke kanan tanpa izin dan masuk ke jalur pesawat United Express yang saat itu lepas landas dari landasan pacu paralel.“Pengatur lalu lintas udara telah menginstruksikan Volaris Flight 4321 untuk berbelok ke kiri setelah lepas landas dari Bandara Intercontinental Houston pada 18 Desember, tetapi kru justru berbelok ke kanan ke arah CommuteAir Flight 814,” kata FAA, seperti dikutip dari New York Post, Senin .Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.05 waktu setempat. Hingga kini, FAA menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.CommuteAir, operator penerbangan United Express Flight 814, menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian awal, awak pesawat mereka telah menjalankan seluruh instruksi yang diberikan pengatur lalu lintas udara.“Berdasarkan penilaian awal kami, kru mengikuti seluruh instruksi ATC yang berlaku,” ujar CommuteAir kepada FOX Business.Baca juga: Pesawat AL Meksiko Jatuh di Teluk Galveston, 2 Orang TewasUnited Airlines diketahui merupakan salah satu pemilik saham di CommuteAir. Sementara itu, FOX Business menyatakan telah menghubungi Volaris untuk meminta tanggapan, namun belum menerima jawaban.Pihak Bandara Internasional Houston memilih tidak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan kepada FAA.Bandara Internasional George Bush merupakan salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, dengan rata-rata sekitar 500 penerbangan kedatangan setiap hari dan lebih dari 20 juta penumpang tiba setiap tahunnya.Di tengah meningkatnya insiden nyaris celaka dan isu keselamatan di industri penerbangan, Menteri Transportasi AS Sean Duffy menegaskan bahwa penerbangan tetap aman bagi masyarakat.Ia menyampaikan pernyataan tersebut menjelang musim libur Natal, saat bandara-bandara dipadati penumpang.“Kami melihat bahwa saat memasuki hari-hari terakhir penutupan, kami mengurangi kapasitas maskapai sebesar 10 persen karena melihat tren yang bergerak ke arah yang salah. Kami akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk memastikan wilayah udara tetap aman,” kata Duffy kepada FOX Business dalam wawancara dengan Maria Bartiromo awal bulan ini.Baca juga: Roket SpaceX Meledak di Udara, Pesawat Sipil Nyaris Celaka


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 09:56