Unair Terjunkan Tim Kesehatan ke Aceh Tamiang, Jangkau Wilayah Minim Akses

2026-01-11 04:11:55
Unair Terjunkan Tim Kesehatan ke Aceh Tamiang, Jangkau Wilayah Minim Akses
SURABAYA, - Tim Bencana Universitas Airlangga (Unair) menerjunkan tim layanan kesehatan mobile untuk para korban banjir dan tanah longsor di di Kabupaten Aceh Tamiang.Tim tersebut beranggotakan sembilan tenaga kesehatan dan diberangkatkan menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk memberikan pelayanan medis di wilayah yang masih minim akses.Tim terdiri dari dokter umum, PPDS, perawat gawat darurat, bidan, dan epidemiolog.Baca juga: Pelukan Haru Dedi Mulyadi Saat Temukan Keluarga yang Hilang di Aceh TamiangTim ini berasal dari lintas fakultas dan rumah sakit. Di antaranya Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keperawatan (FKP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).Dosen FKM Unair, Siti Shofiya Novita Sari menjelaskan, melalui pendekatan tersebut tim dapat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menjangkau korban secara lebih luas. Terutamanya, di daerah yang sulit diakses dan belum memperoleh bantuan kesehatan.Baca juga: Korban Banjir Aceh Tamiang Banyak Mengalami Luka Infeksi, Terluka Benda Tajam“Fokus kami adalah menjangkau lebih banyak korban. Pelayanan tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi bergerak sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Senin .Ia menuturkan, tim tersebut nantinya juga akan memberikan layanan medis dan non-medis, khususnya di daerah yang belum tersentuh bantuan dengan prioritas kelompok rentan.“Tim ini rencananya akan memberikan pelayanan medis dan non-medis khususnya di daerah yang belum tersentuh bantuan. Kami ingin memastikan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia mendapatkan pelayanan kesehatan dasar,” jelasnya.Dalam misi kemanusiaan tersebut, tim membawa lebih dari 200 kilogram obat-obatan dan logistik kesehatan.Perlengkapan tersebut memungkinkan tim memberikan layanan, seperti pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium sederhana, terapi dan pemberian obat sesuai keluhan, edukasi dan informasi kesehatan, serta dukungan psikososial dasar bagi para korban.“Tim juga akan melakukan koordinasi dan pelaporan data penyakit pasca-bencana kepada Dinas Kesehatan Aceh Tamiang untuk mendukung upaya mitigasi dan pemantauan kesehatan masyarakat,” ucapnya.Rencananya, tim Bencana Unair dijadwalkan akan bertugas selama 14 hari, mulai 8 hingga 22 Desember 2025.“Selama masa tugas, tim akan memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh layanan medis yang layak, bantuan edukasi, serta dukungan kesehatan yang berkelanjutan,” pungkasnya.


(prf/ega)