Kemenag: 95,1 Persen Lulusan Kampus Islam Negeri Sudah Bekerja

2026-01-11 22:19:10
Kemenag: 95,1 Persen Lulusan Kampus Islam Negeri Sudah Bekerja
- Serapan kerja alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mencapai 95,1 persen, lebih tinggi dibandingkan perguruan tinggi umum.Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan, selain itu Kualitas pendidikan Islam terus menunjukkan tren positif.Hingga saat ini, sebanyak 734 program studi (prodi) di lingkungan pendidikan Islam telah berstatus unggul, sementara tingkat“Yang menggembirakan, sebanyak 734 program studi telah berstatus unggul,” ujarnya dilansir dari laman Kemenag, Kamis .“Dari sisi lulusan, hasil riset Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menunjukkan tingkat serapan kerja alumni PTK (perguruan tinggi keagamaan) mencapai 95,1 persen, lebih tinggi dibandingkan PT (perguruan tinggi) umum yang 94,5 persen,” tambahnya.Menurut Amien, peningkatan mutu pendidikan Islam juga tercermin dari capaian 19 program studi terakreditasi internasional, dengan sebaran yang semakin merata di berbagai wilayah.Baca juga: Kisah Afrilian, ASN yang Raih Beasiswa LPDP Disabilitas ke AmerikaHal ini menunjukkan bahwa standar mutu global bukan lagi monopoli kampus tertentu, tetapi telah menjadi capaian bersama PTKIN di Indonesia.Dari sisi daya saing, prestasi peserta didik madrasah juga terus meningkat. Siswa madrasah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pada ajang Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen.Capaian tersebut menegaskan bahwa madrasah mampu bersaing secara akademik di tingkat nasional.Amien menambahkan, penguatan mutu pendidikan Islam tidak terlepas dari strategi pengelompokan atau klasterisasi madrasah.Baca juga: Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGMPEXELS/FAUXELS Ilustrasi bekerja di kantor.Madrasah Aliyah Insan Cendekia (MA IC) diarahkan pada penguatan akademik dan internasionalisasi, Madrasah Aliyah Program Keagamaan disiapkan untuk mencetak calon ulama yang menguasai keilmuan agama serta bahasa Arab dan Inggris, sementara Madrasah Vokasi terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan keterampilan dan dunia kerja.Baca juga: ITS Siap Beri Beasiswa S1-S3 bagi Mahasiswa PalestinaSelain itu, reputasi akademik pendidikan tinggi Islam juga semakin menguat melalui peningkatan jumlah jurnal ilmiah bereputasi internasional terindeks Scopus. Penguatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang berdaya saing global.“Dengan capaian ini, kami optimistis pendidikan Islam akan semakin berperan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” tegas Amien.


(prf/ega)