SEORANG filsuf pernah berkata, pemimpin yang belum tuntas pada dirinya akan lebih mencintai pujian daripada kebenaran; di tangan mereka, menjilat bukan lagi aib, melainkan karier yang menjanjikan.Kalimat itu rasanya pas menggambarkan politik kita hari ini. Dalam politik Indonesia, relawan sering kali bukan sekadar pendukung. Mereka bisa menjadi jalan pintas menuju kekuasaan.Di setiap pemilu, bermunculan “tim hore” yang memuja figur dan menyulap kesetiaan menjadi investasi politik.Di balik semangat dukungan dan loyalitas itu, ada pola yang makin jelas terlihat — bagaimana "tim hore" bertransformasi menjadi aktor kekuasaan, bahkan mengambil posisi strategis dalam pemerintahan dan partai.Perjalanan Projo dan Budi Arie Setiadi menjadi contoh paling terang. Dari semula relawan yang mengusung jargon tegak lurus pada Jokowi, Budi Arie menapaki tangga kekuasaan dengan mulus.Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, lalu naik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika.Di sekelilingnya, gerbong Projo juga ikut menikmati limpahan posisi: dari kursi komisaris di BUMN, jabatan di deputi kementerian, hingga berbagai proyek strategis pemerintah.Relawan yang dulu mengibarkan idealisme rakyat kini menjadi bagian dari struktur kekuasaan yang dulu mereka bantu menegakkan.Baca juga: Budi Arie Telepon Jokowi, Jelaskan Kenapa Wajahnya Tak Lagi Jadi Logo ProjoKiprah Projo pun tidak tanggung-tanggung dalam membela Jokowi. Demi kekuasaan, mereka kerap menabrak batas kepantasan — dari mendukung wacana tiga periode hingga menutup mata terhadap pelanggaran nilai dan etika berbangsa.Mereka tampil sebagai pembela utama Jokowi di setiap kritik publik, seolah menukar fungsi kontrol menjadi pembenaran.Organisasi ini juga termasuk yang paling awal mengusung Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, sebagai calon Wali Kota Solo. Konsistensi dukungan bukan hanya kepada Jokowi, tetapi juga kepada keluarganya.Ketika Gibran Rakabuming Raka dipasangkan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, Projo dengan cepat menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Prabowo–Gibran, dengan dalih tetap “tegak lurus pada Jokowi.”Pergeseran ini menandai fase baru: dari relawan yang mengabdi kepada figur, menjadi relawan yang mengabdi kepada kekuasaan itu sendiri.Setelah kemenangan Prabowo–Gibran, Budi Arie kembali memperoleh kursi menteri, kali ini sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Namun belum genap setahun menjabat, ia terkena reshuffle.Kini, Budi Arie bersama Projo yang dipimpinnya bermanuver dengan memilih bergabung ke Partai Gerindra — bukan ke PSI, partai yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi, mantan bosnya.
(prf/ega)
Projo di antara Kultus Jokowi dan Kekuasaan Prabowo
2026-01-12 23:46:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:18
| 2026-01-13 00:17
| 2026-01-12 23:02
| 2026-01-12 22:55
| 2026-01-12 21:38










































