Konsumsi BBM Toyota Corolla Altis GR HEV Pemakaian di Dalam Kota

2026-02-03 02:49:50
Konsumsi BBM Toyota Corolla Altis GR HEV Pemakaian di Dalam Kota
JAKARTA, - Tren kendaraan elektrifikasi mulai bergerak naik, tak terkecuali segmen sedan. Salah satu model yang cukup menarik perhatian adalah Toyota Corolla Altis GR HEV.Kompas.com berkesempatan mencoba langsung sedan hybrid ini selama beberapa hari di Ibu Kota, menguji keiritan dari konsumsi BBM-nya ketika dihadapkan pada kondisi berkendara harian.Rute yang dilalui mencakup kemacetan padat khas Jakarta, hingga tol dalam kota yang lebih lancar. Total jarak tempuhnya mencapai 71,9 kilometer, cukup untuk menggambarkan kebutuhan mobil perkotaan.Baca juga: Jangan Salah Paham, Ini Bedanya Child Lock dan Central LockHasilnya rata-rata konsumsi BBM Toyota Corolla Altis GR HEV tercatat 4,6 liter per 100 km atau setara 21,7 kilometer per liter (kpl). Dengan catatan tersebut, Corolla Altis GR HEV menempatkan diri sebagai salah satu sedan elektrifikasi yang cukup hemat bahan bakar.Kompas.com/adityo konsumsi BBM Corolla Altis GR HEVDi balik efisiensi tersebut, sedan ini mengandalkan paket hybrid yang sudah dikenal stabil dan responsif.Corolla Altis GR HEV dibekali mesin 2ZR-FXE 1.798 cc, konfigurasi 4-silinder segaris DOHC Dual VVT-i, yang mampu menghasilkan 98 PS (96 Tk) pada 5.200 rpm dan torsi 139 Nm pada 3.600 rpm.Mesin bensin ini kemudian dipadukan dengan motor listrik bertenaga 72 PS (70 Tk) dan torsi 159 Nm, menciptakan kombinasi tenaga yang cukup besar untuk ukuran sedan harian.Baca juga: Penting, Pastikan Fitur Child Lock Tidak Aktif Saat Naik Taksi OnlineTotal distribusi tenaga disalurkan melalui transmisi e-CVT yang bekerja halus tanpa hentakan. Responsnya terasa instan ketika pedal gas disentuh, tetapi tetap menjaga ritme berkendara agar efisiensi tetap terjaga.Perpaduan karakter mesin bensin dan motor listrik inilah yang membantu Corolla Altis GR HEV bergerak lincah di kemacetan, melaju halus di tol, sekaligus menjaga konsumsi BBM tetap rendah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-03 02:57