MANILA, - Salah satu pelaku penembakan Bondi Beach, Australia, Sajid Akram pernah berkunjung ke Filipina hampir sepanjang November 2025.Otoritas berwenang Filipina pada Selasa mengatakan, Sajid masuk Filipina sebagai warga negara India."Sajid Akram, 50 tahun, warga negara India, dan Naveed Akram, 24 tahun, warga negara Australia, tiba di Filipina bersama-sama pada 1 November 2025 dari Sydney, Australia," kata juru bicara imigrasi Filipina, Dana Sandoval dikutip dari AFP, Selasa."Keduanya melaporkan Davao (kota di Filipina) sebagai tujuan akhir. Mereka meninggalkan negara itu pada 28 November 2025 dengan penerbangan lanjutan dari Davao ke Manila, dengan Sydney sebagai tujuan akhir," lanjutnya.Baca juga: Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum SeranganPulau Mindanao di selatan Filipina, tempat provinsi Davao berada, memiliki sejarah panjang pemberontakan kelompok pro-ISIS terhadap pemerintahan pusat.Kelompok Maute dan Abu Sayyaf bahkan pernah mengepung Marawi di Mindanao pada tahun 2017.Militer Filipina merebut kembali kota yang hancur itu setelah pertempuran selama lima bulan yang menelan lebih dari 1.000 nyawa dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi.Meskipun demikian, aktivitas pemberontakan di Mindanao telah mereda secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.Baca juga: Orang Tua Ceritakan Sosok Ahmed El Ahmed, Pahlawan Penembakan Bondi BeachDiketahui, Sajid Akram dan putranya, Naveed, melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang memadati Bondi Beach untuk merayakan festival Yahudi Hanukkah pada Minggu .Akibatnya, 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.Sementara, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menyatakan, kedua pelaku kemungkinan besar terdorong oleh ideologi ISIS."Tampaknya ini dimotivasi oleh ideologi ISIS," ujarnya."Dengan munculnya ISIS lebih dari satu dekade lalu, dunia telah bergulat dengan ekstremisme dan ideologi penuh kebencian ini," sambungnya.Baca juga: Pahlawan Bondi Beach Berisiko Kehilangan Lengan Kirinya, tapi Mengaku Tak MenyesalPihak kepolisian juga menemukan mobil yang terdaftar atas nama Naveed Akram terparkir di dekat pantai setelah kejadian.Dalam mobil itu, polisi mendapati bom rakitan dan dua bendera ISIS buatan sendiri.Albanese menjelaskan, Naveed Akram juga sempat menjadi perhatian badan intelijen Australia pada 2019, tetapi saat itu tidak dianggap sebagai ancaman langsung."Mereka mewawancarainya, mereka mewawancarai anggota keluarganya, mereka mewawancarai orang-orang di sekitarnya," kata Albanese.Hingga kini, polisi masih mengumpulkan informasi mengenai pergerakan kedua orang tersebut sebelum penembakan terjadi.
(prf/ega)
Pelaku Penembakan Bondi Beach Sempat ke Asia Tenggara, Mengaku Warga India
2026-01-13 23:54:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 23:43
| 2026-01-13 22:56
| 2026-01-13 22:05
| 2026-01-13 21:55
| 2026-01-13 21:34










































