BOGOR, - Pemerintah Indonesia berencana membuat aturan baru mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM). Bensin nantinya dicampur dengan etanol sebanyak 10 persen atau disebut E10.Rencana tersebut memang belum diwujudkan tahun ini. Kemungkinan kuat akan mulai berlaku tahun depan, bukan cuma SPBU pelat merah, tapi juga yang swasta ikut menjual E10.Royal Enfield sebagai salah satu pabrikan motor premium di Indonesia mengatakan motornya siap saja kalau harus menggunakan BBM E10.Baca juga: Mitos atau Fakta, Transmisi CVT Mobil Lebih Ringkih?Kompas.com/nanda Booth Royal Enfield di IMOS 2025"Sebenarnya untuk yang model-model baru kita sih aman (menggunakan E10)," ucap Anindya Dwiasti, Regional Marketing Manager APAC Royal Enfield di Bogor belum lama ini.Sebenarnya, ada juga motor Royal Enfield yang dijual di beberapa negara dan sudah menggunakan bahan bakar campuran etanol. Hal ini terbukti dari spesifikasi mesinnya memang disesuaikan untuk kondisi tersebut."Cuma kalau untuk yang model-model lama, ini mesti kita cek lebih lanjut seperti apa," kata Anindya.Baca juga: Royal Enfield Factory Custom Program, Ubah Motor Sesuai SeleraModel lama yang dimaksud adalah lini produk saat awal Royal Enfield dijual di Indonesia. Saat itu masih menggunakan karburator, kapasitas mesinnya ada yang 350cc dan 500cc."Engine lama juga kan belum Euro5, jadi harus kita cek lebih lanjut kesesuaiannya dengan E10," kata Anindya.Saat ini Royal Enfield Indonesia punya lini produk lengkap, dari mesin 350cc, 450cc, dan 650cc. Modelnya dari Hunter, Classic 350, Bullet 350, Meteor 350, Himalayan, Guerrilla, Shotgun, Super Meteor, Classic 650, Interceptor, sampai Continental GT, ada banyak.
(prf/ega)
Motor Baru Royal Enfield di Indonesia Siap Tenggak Etanol 10 Persen
2026-01-12 05:06:48
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:42










































