Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan Parkiran

2026-01-15 12:25:54
Bukan Pesantren, Bangunan 2 Lantai yang Ambruk di Koja merupakan Parkiran
JAKARTA, - Bangunan dua lantai yang ambruk di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, merupakan lahan parkir kendaraan milik warga."Bukan pesantren, gedung parkiran dekat pesantren itu, milik Bapak Ridwan," tutur Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.Fernando menegaskan, bangunan dua lantai itu juga bukan tempat tinggal, melainkan difungsikan sebagai lahan parkir yang disewakan.Baca juga: Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk"Bangunan biasa, bukan rumah tinggal, di bawahnya buat parkiran mobil ada juga warga lain yang parkir di situ. Sementara lantai dua kosong cuma dak (dicor semen)," sambung dia.Bangunan tersebut ambruk ke arah samping secara tiba-tiba pada Kamis sekitar pukul 15.30 WIB. Hingga kini, penyebab ambruknya bangunan masih dalam penyelidikan.Petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.Fernando memastikan tak ada korban jiwa atas peristiwa amburuknya bangunan tersebut."Syukur tidak ada korban hanya kendaraan yang parkir saja," ucap Fernando.Kendaraan yang tertimpa bangunan di antaranya, empat mobil, satu sepeda motor, dan satu sepeda ontel.Baca juga: KSPI Tolak UMP Jakarta 2026 yang Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Siap Gugat ke PTUNSebelumnya diberitakan, sebuah bangunan dua lantai di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, roboh secara mendadak pada Kamis sore.Berdasarkan rekaman video yang diterima Kompas.com, bangunan tersebut ambruk sekitar pukul 15.10 WIB. Reruntuhan diawali dengan ambruknya bagian atap, sebelum bangunan roboh ke arah samping.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi dilaporkan langsung berlarian menjauh setelah mendengar suara runtuhan bangunan.Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Onkoseno Gradiarso Sukahar."Iya, benar ada bangunan roboh," jelas Seno saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-01-15 10:15