Lirih Korban Banjir Aceh Utara: Kalau Kebun Masih Ada, Kami Bisa Bangun Rumah Sendiri...

2026-01-13 08:16:39
Lirih Korban Banjir Aceh Utara: Kalau Kebun Masih Ada, Kami Bisa Bangun Rumah Sendiri...
ACEH UTARA, - Jaharuddin, warga Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan harapan para pengungsi banjir di wilayah paling ujung Aceh Utara, Sabtu .“Jika kebun kami masih ada, kami punya sawit, punya cokelat. Semua itu sudah rata dengan tanah. Kalau masih ada, kami bisa bangun rumah sendiri,” kata Jaharuddin di hadapan rombongan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani.Ia meminta agar pemerintah memberikan bantuan rumah lengkap dengan pembebasan lahan untuk tempat tinggal baru bagi warga yang terdampak banjir.“Kalau kami pulang ke bawah, ke bantaran sungai itu sudah tidak mungkin lagi. Kami minta pembebasan lahan dan rumah,” ujarnya sambil menyeka air mata.Baca juga: Bupati Ayahwa Harap Presiden Melihat Dahsyatnya Kerusakan Imbas banjir di Aceh UtaraSelama ini, warga menggantungkan hidup dari hasil kebun sawit dan cokelat. Namun, banjir merusak kebun-kebun tersebut sehingga masyarakat kehilangan sumber mata pencaharian.Kondisi itu berdampak langsung pada kehidupan sosial dan pendidikan keluarga. Jaharuddin mengaku anaknya terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan biaya.“Anak saya sebelumnya saya masukkan ke pesantren, tetapi karena tidak ada biaya lagi, anak saya terpaksa tidak melanjutkan pendidikan. Ini bukan hanya saya, banyak warga lain yang merasakan hal yang sama,” ungkapnya.Ia menilai, tanpa dukungan nyata dari pemerintah, masa depan warga korban banjir menjadi tidak pasti.“Kebun kami sudah rusak, rumah kami juga tidak layak. Kalau ini tidak dibantu, kami benar-benar tidak punya harapan,” tambah Jaharuddin.Ungkapan itu membuat suasana pertemuan haru. Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa tampak berkaca-kaca dan beberapa kali menyeka matanya.Ayahwa berharap ada solusi konkret dari pemerintah pusat agar penderitaan korban banjir tidak berkepanjangan.Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menceritakan kondisi yang ia lihat dari udara saat menuju lokasi menggunakan helikopter.“Dari Medan ke mari, dari helikopter, sepanjang perjalanan pemandangannya membuat kami merasa ngeri kalau kejadian itu kami alami,” kata Muzani.Dalam kesempatan tersebut, Muzani menyampaikan permintaan Bupati Aceh Utara agar pembangunan hunian sementara segera dilakukan mengingat bulan Ramadhan semakin dekat.“Ini ada Pak Iwan Darmawan Aras, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, bosnya Menteri PU. Harap hunian sementara bisa segera dikerjakan,” ujar Muzani.Ketua MPR RI Ahmad Muzani tiba di daerah pedalaman Aceh Utara bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, serta anggota DPR RI asal Partai Gerindra TA Khalid.Dalam kunjungan tersebut, Muzani juga menyerahkan bantuan sebanyak 2.000 paket kebutuhan bahan pangan untuk Aceh Utara, bantuan uang tunai Rp 70 juta untuk pembersihan Desa Leubok Pusaka, 2.000 paket bahan pangan untuk Kabupaten Aceh Tamiang, serta 1.000 paket untuk Kabupaten Aceh Timur.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-13 08:28