Protes Jalan Rusak, Kades di Lombok Tengah Mandi Lumpur di Jalur Wisata

2026-01-11 22:54:52
Protes Jalan Rusak, Kades di Lombok Tengah Mandi Lumpur di Jalur Wisata
LOMBOK TENGAH, – Video yang memperlihatkan Kepala Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mandi lumpur di jalan rusak viral di media sosial.Dalam video tersebut, Kepala Desa Bonder Selamat Riadi alias Rebe tampak nekat mandi di kubangan jalan berlumpur sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah.Mengenakan gayung berwarna hijau, Rebe terlihat duduk di tengah jalan rusak, lalu menyiramkan air lumpur ke kepala dan tubuhnya.Dikonfirmasi terkait aksinya, Rebe mengatakan tindakan tersebut dilakukan secara spontan.“Aksi kemarin itu spontanitas ya reflek karena sudah satu minggu kita sudah kerja tambal-tambal ini belum kering digilas, belum kering digilas kan karena lalu-lalang akses mobil yang begitu banyak lalu lintas tinggi karena ini jalan pariwisata,” kata Rebe saat dikonfirmasi, Selasa .Baca juga: Warga di Manggarai NTT Bahu Membahu Perbaiki Jalan Rusak: Tunggu Pemerintah MustahilIa mengaku prihatin karena selama ini kondisi saluran air yang mampet dan jalan rusak seolah dibiarkan tanpa penanganan serius.Rebe menuturkan, jalan rusak tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Penujak hingga Selong Belanak, yang kerap dilalui wisatawan.“Setelah itu muncul warga sendiri dengan pemerintah semoga bisa diperbaiki walaupun saya melihat desa-desa lain akses-akses desa lain juga banyak parah begitu, tapi kami melihat Bonder dengan Penujak sampai Selong Belanak ini sangat strategis selain Kuta akses pariwisata salah satu jalur pariwisata ya di sini,” ujar Rebe.Ia menjelaskan, kondisi jalan dipenuhi lubang dan sangat membahayakan pengguna jalan.“Dari arah Penujak sampai Mangkung paling parah itu 7 kilometer cuma dia bolong-bolong dan itu sangat berbahaya memang, lebih baik rusak sekalian nggak masalah,” katanya.“Dari arah Penujak sampai ke Selong Belanak itu banyak sekali bukan puluhan tapi ratusan itu yang penyebab orang kecelakaan terlebih tidak tahu medan,” tambah Rebe.Baca juga: Jalan Rusak Parah, Warga Mamasa Tandu Jenazah 20 Kilometer Menembus Lumpur dan BukiMenurut Rebe, pihak desa juga kerap menerima keluhan dari pengelola travel yang membawa wisatawan melewati jalur tersebut.Memasuki musim hujan, kondisi jalan semakin parah akibat genangan air dan saluran drainase yang mengalami pendangkalan, bahkan sebagian tertimbun.Rebe menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga saluran air, padahal pemerintah telah membangun drainase dengan desain yang baik.Ia mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum direalisasikan.“Karena kami sudah bekerja maksimal bukan hanya infrastruktur, budaya, sosial dan sebagainya, kamu sangat totalitas karena jabatan ini hanya sekali,” kata Rebe.Baca juga: Biang Klasik Jalan Rusak di IndonesiaIa berharap perbaikan jalan di jalur Penujak–Selong Belanak segera dilakukan mengingat fungsinya sebagai akses pariwisata.Selain itu, Rebe mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah.


(prf/ega)