Mobil Terjun ke Jurang 20 Meter di Puncak Bogor, 4 Orang Sekeluarga Luka

2026-02-04 16:07:28
Mobil Terjun ke Jurang 20 Meter di Puncak Bogor, 4 Orang Sekeluarga Luka
Mobil wisatawan terperosok ke jurang sedalam 20 meter ketika perjalanan menuju villa di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Empat orang mengalami luka dibawa ke rumah sakit."Betul (mobil terjun ke jurang), itu mobil wisatawan, mobil biasa (bukan bus). Di dalam mobil ada empat orang. Jadi itu orang Bekasi sama Jakarta, mau ke villa ada kumpul keluarga," kata Kapolsek Megamendung AKP Yulita Heriyanti ketitika dikonfirmasi detikcom, Minggu (14/12/2025)."Korban luka ada, tapi sudah langsung dibawa ke rumah sakit. Kita hanya penanganan awal, selanjutnya diserahkan dan ditangani unit laka Polres Bogor," imbuhnya.Dihubungi terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya menyebut, kecelakaan mengakibatkan empat orang luka. Keempat korban luka yakni, pengemudi perempuan inisial AR (21) luka ringan, penumpang perempuan inisial SH (63) luka berat, penumpang pria inisial RBS (65) luka ringan dan penumpang pria ATL (38) luka ringan."Akibat dari kecelakaan tersebut, luka berat satu orang, luka ringan tiga orang. Korban luka dibawa ke RSPG Cisarua," kata Ferdhyan dihubungi terpisah.Ferdhyan menyebut, kecelakaan terjadi ketika mobil melewati jalur alternatif dengan kondisi jalan menikung dan menanjak curam, pada Sabtu (13/12) sore. Pengemudi diduga tidak menguasai medan yang dilalui dan mobil tidak kuat menanjak. Mobil kemudian berjalan mundur dan terperosok ke jurang sedalam 20 meter."Diduga (sopir) tidak menguasai medan jalan dan tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya dengan baik, saat melintasi jalan menanjak. Kemudian kendaraan Toyota Yaris B-2331-POK bergerak mundur, lalu terjatuh ke jurang, kurang lebih dengan kedalaman 20 meter," kata Ferdhyan.Lihat juga Video 'Mobil Wisatawan Surabaya Terjun ke Jurang di Pacet, 2 Tewas':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-04 14:50