LABUAN BAJO, – Siswa-siswi sekolah menengah pertama (SMP) asal Kampung Nggolo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setiap hari harus menyeberangi sungai Wae Impor untuk mencapai sekolah mereka.Hal ini terjadi karena belum adanya jembatan, baik permanen maupun darurat, yang menghubungkan kampung tersebut dengan akses utama menuju SMPN 02 Ulas Welak.Acik Wesa, warga setempat sekaligus Sekretaris KNPI Manggarai Barat, mengungkapkan bahwa anak-anak sekolah dari Kampung Nggolo harus melintasi sungai dengan risiko keselamatan yang tinggi, terutama saat musim hujan.Baca juga: Terseret Arus Saat Menyeberangi Sungai dengan Menunggang Kuda, Lansia di NTT Hilang “Pakaian seragam mereka sering kali basah karena arus sungai yang deras, namun mereka tetap berjuang untuk mendapatkan pendidikan,” kata Acik saat dihubungi pada Selasa siang.Ia menambahkan bahwa kondisi ini mencerminkan ketidakmerataan akses pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat.Anak-anak dari kampung tersebut harus menempuh perjalanan kaki sejauh sekitar 2 kilometer dari rumah menuju sekolah, yang mengharuskan mereka menyeberangi sungai besar.Baca juga: Siswa di Sikka NTT Harus Menyeberangi Sungai untuk Bisa Bersekolah“Saya salut dengan anak-anak di sana karena tak pernah patah semangat untuk ke sekolah,” ujarnya.Menanggapi situasi yang memprihatinkan ini, Acik Wesa meminta perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat untuk meningkatkan infrastruktur yang menghubungkan Kampung Nggolo dengan SMPN 02 Ulas Welak.“Pemerintah diharapkan dapat memperhatikan kondisi ini dan memberikan solusi untuk meningkatkan akses infrastruktur pendidikan di sana,” pungkasnya.
(prf/ega)
Perjuangan Siswa-siswi di Pedalaman Manggarai Barat, Setiap Hari Seberangi Kali saat ke Sekolah
2026-01-12 04:54:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 03:22
| 2026-01-12 03:09










































