Polri Kerahkan Alat Berat dan Bangun Ratusan Sumur Bor untuk Korban Banjir Sumatera

2026-02-04 01:52:07
Polri Kerahkan Alat Berat dan Bangun Ratusan Sumur Bor untuk Korban Banjir Sumatera
Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan Polri terus mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir di wilayah utara Sumatra.Komjen Dedi melakukan pemantauan langsung perkembangan pemulihan bencana di Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Minggu .Dalam kunjungan itu, ia juga menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada warga terdampak.Advertisement"Pagi hari ini kami berada di Padang Pariaman untuk memastikan langsung progres kegiatan Polri dalam mendukung pemulihan bencana. Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami setelah dari Aceh dan Sumatera Utara,” kata Dedi dalam keterangan resmi.Bantuan diserahkan kepada perwakilan SMP Batang Anai, SD 05 Sungai Buluh, Wali Nagari 12x11 Kayu Tanam, Wali Nagari Lubuk Alung, marbot masjid setempat, serta Polres Padang Pariaman. Usai penyerahan bantuan, polisi melepas distribusi logistik menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau wilayah terdampak di Kecamatan Lubuk Alung dan Batang Anai.Konvoi bantuan melibatkan enam truk logistik, dapur lapangan Brimob, ambulans beserta tenaga medis, mobil tangki air bersih, tiga unit alat berat ekskavator, serta truk pengangkut puing bangunan.Wakapolri menegaskan Polri bersama Polda Sumbar, pemerintah daerah, TNI, dan sejumlah pemangku kepentingan terus mempercepat pemulihan infrastruktur, termasuk pembangunan jembatan darurat di sejumlah titik.Ia menjelaskan, jembatan darurat di Palembayan, Kabupaten Agam, telah rampung 100 persen, di Malalak Kabupaten Agam mencapai 80 persen, dan di Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman sekitar 75 persen. Sementara pembangunan jembatan di X Koto Singkarak masih tahap persiapan material, dan jembatan di Sumani, Kabupaten Solok, telah selesai dan dioperasikan.Untuk jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam, saat ini sudah bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Jembatan tersebut akan ditingkatkan menjadi rangka baja modular Bailey agar dapat dilalui kendaraan roda empat.“Kami akan siapkan peningkatan jembatan menjadi jembatan Bailey agar kendaraan roda empat bisa melintas, sehingga akses logistik dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat kembali normal,” ujarnya.Polri juga mengerahkan 11 unit alat berat, enam di Kabupaten Agam dan lima di Padang Pariaman, serta membangun sekitar 150 titik sumur bor dari target 300 titik. Selain itu, tujuh unit mobil tangki air bersih disiapkan untuk melayani pengungsian, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan permukiman warga. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 01:00