Ditjen Bina Pemdes Ingatkan Pentingnya Komitmen yang Kuat Selesaikan Batas Desa

2026-01-12 22:12:59
Ditjen Bina Pemdes Ingatkan Pentingnya Komitmen yang Kuat Selesaikan Batas Desa
Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta pemerintah desa.Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Murtono dalam acara Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Teknis Integratted Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) Penegasan Batas Desa dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025, di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu ."Dengan komiten yang kuat dan strategi yang tepat untuk tercapainya target penegasan Batas Desa, menuju Indonesia Emas," ujar Murtono melalui keterangan tertulis, Sabtu .AdvertisementAcara ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri berlangsung selama 4 hari sejak Kamis sampai Minggu.Ada pun pesertanya adalah perwakilan dari pemerintahan provinsi, kabupaten/kota. ILASPP bertujuan mendukung pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota dalam melaksanakan penegasan batas desa.Dia menjelaskan, penegasan Batas Desa merupakan amanat UU 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dalam aturan itu disebutkan bahwa batas desa merupakan kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota."Oleh karenanya penegasan batas desa disahkan dengan Peraturan Bupati atau Wali Kota," papar Murtono.Saat ini, lanjut dia, Indonesia memiliki 75.266 Desa. Namun, belum semuanya memiliki batas desa yang definitif. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-12 20:30