JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyesali kematian tragis Irene Sokoy (31), seorang ibu hamil di Jayapura, yang meninggal bersama bayinya setelah ditolak empat rumah sakit pada 16–19 November 2025.Budi menuturkan, tim investigasi Kemenkes sudah kembali dari Papua usai bertemu dengan Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri."Jadi yang pertama hasilnya adalah Kementerian Kesehatan dan saya pribadi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Irene Sokoy beserta calon bayinya," ujar Budi saat konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis .Budi mengatakan, peristiwa pilu yang dialami Irene seharusnya tidak terjadi.Baca juga: Kasus Ibu Hamil Meninggal di Papua, Komisi IX: Bukti Ketimpangan Layanan KesehatanTerlebih lagi, Kemenkes sedang menekan angka kasus kematian ibu dan bayi."Kejadian ini yang seharusnya tidak terjadi dan sangat memprihatinkan. Karena justru Kemenkes ingin menghapuskan kematian ibu dan bayi. Dan (walau) beberapa tindakan yang secara sistematis telah dilakukan, kami menyesal sekali hal ini terjadi," ujarnya.Budi mengatakan, Gubernur Papua juga turut merasakan kesedihan karena saat ini Pemda juga sedang memperbaiki pelayanan kesehatan."Jadi beliau juga merasa sedih sekali dan beliau sudah berjanji pada saat itu bahwa, 'Yuk, kita perbaiki sama-sama layanan kesehatan di Papua,'" ujarnya.Sebab itu, Kemenkes mengirim tim untuk langsung menuju ke Papua untuk menyelidiki kronologi kematian Irene dan bayinya.Baca juga: Ibu Hamil di Papua Meninggal Usai Ditolak 4 RS, Anggota DPR: Ada Sanksinya Enggak?"Pertama, untuk penyelidikan, kedua untuk memastikan ada perbaikan yang signifikan dan langsung terjadi, terutama di Papua agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," jelasnya.Sebelumnya diberitakan, seorang ibu di Papua, Irene Sokoy, meninggal pada Senin pukul 05.00 WIT setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura, hingga RS Bhayangkara tanpa mendapatkan penanganan memadai.Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua almarhum, menceritakan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu siang .Keluarga membawanya menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari.Namun, kondisi Irene yang memburuk tidak segera ditangani karena dokter tidak ada di tempat dan pembuatan surat rujukan pun sangat lambat."Pelayanan sangat lama. Hampir jam 12 malam surat belum dibuat," ujar Abraham.Baca juga: Ibu Hamil Meninggal di Papua: Perintah Prabowo, Kemenkes Investigasi, dan Sanksi
(prf/ega)
Menkes Sesali Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di Papua
2026-01-12 10:25:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:38
| 2026-01-12 10:37
| 2026-01-12 09:44
| 2026-01-12 09:08
| 2026-01-12 08:26










































