40 Ton Beras Ilegal Dibongkar Mentan Amran, Wali Kota Batam: Ini Momentum Lindungi Petani

2026-01-11 14:27:42
40 Ton Beras Ilegal Dibongkar Mentan Amran, Wali Kota Batam: Ini Momentum Lindungi Petani
BATAM, - Walikota Batam Amsakar Achmad akan berfokus pada arahan untuk swasembada pangan pasca pengungkapan beras ilegal 40 ton di Batam.Hal ini disampaikan usai menenui Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman di kediaman Amran pada Rabu .Amsakar menegaskan akan menindaklanjuti permintaan dari Mentan RI agar Pemerintah Daerah (Pemda) kembali kepada arahan Presiden terkait swasembada pangan.Baca juga: Mentan Amran “Disowani” Walkot Sabang-Batam, Beri Solusi PermanenArahan yang disampaikan Mentan Arman, berhubungan dengan pengungkapan tiga unit kapal pengangkut sembako yang diamankan Kodim 0316/Batam, Senin lalu.Lokasinya berada di salah satu pelabuhan rakyat yang berada di wilayah Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau.Paska pertemuan tersebut, Amsakar menekankan daerah dianggap perlu mempercepat swasembada pangan agar tidak lagi bergantung pada barang-barang yang masuk dari luar.Baca juga: Wali Kota Sabang dan Batam Datangi Mentan Amran Jam 6 Pagi, Bahas Apa?Apalagi barang yang tidak jelas legalitasnya. "Ini momentum memperkuat kebijakan nasional dalam melindungi petani," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu sore.Upaya untuk ketahanan pangan harus diikuti semua level pemerintahan.Baca juga: Mentrans Komitmen Hadirkan Solusi Terbaik bagi Masyarakat Batam, Rempang, dan GalangHarapannya, swasembada pangan tidak dipengaruhi oleh barang luar, temuan hari ini harus ditindaklanjuti tegas sesuai regulasi. Sebagai pemimpin di Batam, Amsakar juga menerangkan bahwa Batam tidak memiliki wilayah pertanian.Namun demikian Batam menurutnya masih diberi ruang dan memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi dari sektor produksi pangan khususnya palawija. Setelah mendapat penjelasan tersebut, Menteri Pertanian menyatakan dukungan penuh dan meminta Batam segera mengajukan kebutuhan alat dan sarana produksi."Walaupun Kawasan Barelang bukan kawasan pertanian, tapi palawija seperti jagung dan cabai serta sayuran bisa dihasilkan," katanya.Sehingga support traktor, bibit, dan pupuk juga dibutuhkan di Batam.


(prf/ega)