Kemendagri Matangkan Rencana Kirim Dokter RSUD ke Lokasi Banjir Sumatera

2026-02-02 06:32:53
Kemendagri Matangkan Rencana Kirim Dokter RSUD ke Lokasi Banjir Sumatera
JAKARTA, - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengaku akan berkoordinasi dengan kepala daerah untuk mengirim sementara dokter-dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.Strategi ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar mengirimkan dokter untuk membantu menangani persoalan kesehatan yang timbul pascabanjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara."Kami akan tindaklanjuti arahan Presiden itu, berkoordinasi secara teknis dengan kepala daerah untuk kebutuhan-kebutuhan dokter-dokter yang ada di RSUD, untuk bisa digeser secara teknis ke tempat-tempat bencana yang memerlukan," kata Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: Prabowo Minta Menkes Terjunkan Dokter Magang ke Lokasi Pengungsi Bencana SumateraIa menuturkan, pergeseran diperlukan mengingat daerah itu membutuhkan kapasitas dokter yang cukup tinggi.Pasalnya, kondisi sekitar belum pulih sepenuhnya, dan sebagian besar masyarakat bahkan masih mengungsi."Memang ketika kami berkeliling kemarin, ada kebutuhan dokter-dokter yang cukup tinggi, karena banyak warga yang membutuhkan," ucap Bima.Baca juga: Aceh dan Sumut Masih Kurang Dokter hingga Perawat untuk Layani Korban BanjirAdapun terkait pembangunan infrastruktur dan hunian sementara, pihaknya kini berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.Saat ini, pemerintah tengah memastikan kelengkapan dan akurasi data.Begitu pun sumber anggaran yang digunakan untuk pembangunan hunian sementara, termasuk hibah dari provinsi lain.Seturut catatannya, ada sekitar 11 provinsi yang telah mengucurkan Dana Tidak Terduga (DTT)."Tingkat kerusakannya sedang, berat, begitu ya, dan mana juga yang bisa dibantu oleh anggaran dari provinsi, dan mana yang diperlukan bantuan dari pemerintah pusat, kementerian terkait. Dan kan juga ada sumbangan atau donasi dari provinsi-provinsi lain," tandas Bima.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 06:01