Manfaatkan AI, Monash University Tingkatkan Akses pada Riset Kesehatan

2026-02-02 18:39:37
Manfaatkan AI, Monash University Tingkatkan Akses pada Riset Kesehatan
 - Dalam rangka mempercepat akses terhadap riset dan bukti ilmiah terbaru di bidang kesehatan, Monash University berencana meluncurkan platform berbasis AI (Artificial Intelligence), berisi riset kesehatan terbaru yang cukup real-time.Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com, Senin , platform berbasis AI ini akan dikembangkan melalui penyusunan peta jalan teknologi yang mendukung terciptanya bukti kesehatan yang berkesinambungan (living evidence).Nantinya, platform ini akan menghubungkan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan anggota komunitas yang berkaitan dengan kesehatan.Monash menilai, panduan klinis yang usang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan. Sebab keterlambatan sekecil apapun dapat menghambat respon terhadap kondisi darurat yang berpotensi meningkatkan risiko hasil kesehatan yang buruk. Hal ini seharusnya bisa dihindari.Baca juga: 10 Kampus Terbaik di China untuk Pelajari AIPlatform berbasis AI ini berperan secara krusial saat menghadapi keadaan darurat kesehatan, seperti wabah penyakit atau krisis lainnya.Untuk menyusun peta jalan tersebut, Monash menggelar 2 lokakarya pada 2025 bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cochrane, jaringan nirlaba global penyedia info kesehatan tepercaya.Lebih dari Lebih dari 70 perwakilan sektor kesehatan dari Australia, Tiongkok, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Swiss, dan Thailand hadir dalam kegiatan tersebut.Proyek regional berskala besar ini mengidentifikasi berbagai kebutuhan, hambatan, dan faktor pendukung untuk menghadirkan bukti riset kesehatan serta medis yang diperbarui secara berkesinambungan bagi para pengambil keputusan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.Hasil dari lokakarya tersebut tertuang dalam sebuah laporan ilmiah baru bertajuk Co-designing a Living Evidence Architecture: Understanding the needs of South-East Asia and the Western Pacific.Laporan ini menjelaskan bagaimana platform bukti ilmiah di bidang kesehatan berbasis AI yang dikoordinasikan secara regional dapat meningkatkan akses terhadap riset kesehatan terkini.Baca juga: Mencermati Pesan Paus Leo XIV terhadap Generasi Muda terkait Penggunaan AIInisiatif ini dipimpin oleh Australian Living Evidence Collaboration (ALEC) dari Monash. Sebuah kolaborasi penyedia bukti kesehatan yang berkesinambungan (living evidence) di Australia, bersama dengan Fakultas Seni, Desain, dan Arsitektur (MADA) dan Fakultas Teknologi Informasi (FIT) di kampus pusat Monash di Australia, serta Monash University, Indonesia.Direktur ALEC Tari Turner menyebut, living evidence sebagai infrastruktur baru untuk pengetahuan kesehatan yang mampu berkembang seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kemampuan kita untuk menyesuaikan dengan kondisi lokal."Proyek ini menunjukkan bahwa, melalui kolaborasi dan perancangan bersama, kita dapat membuat bukti ilmiah benar-benar bisa diakses dan berdampak global,” jelasnya.Indah Suci Widyahening dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menegaskan bahwa dokter dan pasien membutuhkan panduan yang dapat dipercaya.“Akses ke bukti kesehatan yang mutakhir dan tepat waktu akan membantu kami dalam memberikan rekomendasi yang relevan dan praktis. Sehingga hasil kesehatan (health outcome) di kedua kawasan dapat meningkat. Selain itu, upaya ini dapat mengurangi biaya yang tidak perlu,” lanjutnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-02 18:50