Ada Ulat di Menu MBG Siswa MTsN 1 Palangka Raya, BGN Selidiki Penyebabnya

2026-01-12 05:58:41
Ada Ulat di Menu MBG Siswa MTsN 1 Palangka Raya, BGN Selidiki Penyebabnya
PALANGKA RAYA, - Kasus temuan ulat dalam menu makan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi oleh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada Rabu , telah mendapat atensi dari Badan Gizi Nasional (BGN).Pihaknya melakukan investigasi internal yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengetahui penyebab adanya ulat di makanan tersebut.Koordinator Wilayah BGN Kalteng, Elisa Agustino, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan itu dari koordinator wilayah BGN Palangka Raya berupa adanya kejadian menonjol seperti adanya ulat di menu MBG siswa MTsN 1 Palangka Raya.“Kami meminta untuk dilakukan penyelidikan supaya tahu penyebabnya apa, apakah dari sayur atau dari lauk-lauk yang digunakan. Kami sudah langsung menaikkan (temuan) ini ke pusat, dari pusat sudah menunggu hasil investigasi ini,” beber Elisa kepada wartawan usai menghadiri diskusi kelompok terpumpun terkait pelaksanaan program MBG di Kalteng di Hotel Neo, Palangka Raya, Senin .Baca juga: Dapur MBG di Desa Papa Garang di Labuan Bajo Dibangun di Tengah Pemukiman, Pemdes KagetSelain dari menu makanan, pihaknya juga membuka kemungkinan penyebab ulat di menu MBG itu bisa karena kondisi penyimpanan makanan yang belum memenuhi standar.Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap berbagai penyebab itu.“Investigasi dilakukan dari internal kami, kalau itu dari mereka (SPPG) punya tim juga di dalam, mereka punya tim juga apa kira-kira yang menjadi sumber masalah,” tutur Elisa.Elisa menjelaskan bahwa investigasi internal oleh SPPG dilakukan dengan melihat proses penyediaan bahan baku, proses pengolahan makanan, sampai pada pendistribusian MBG pada saat hari kejadian itu.“Itu harus dilihat secara keseluruhan, sehingga nanti bisa keluar kesimpulan sementara penyebabnya apa, apakah dari bahan baku, proses penyiapan yang mungkin ada kelalaian, pencucian atau perendaman. Kadang-kadang di sayur juga ada ulat, ini harus benar-benar hati-hati untuk menemukan penyebabnya apa,” jelasnya.Sebelumnya, Kepala MTsN 1 Palangka Raya, Rita Sukaesih, membenarkan adanya MBG yang berulat tersebut.Kasus itu terjadi saat konsumsi MBG yang dibagikan kepada siswa-siswi madrasah setempat pada Rabu .Dia menyebut bahwa peristiwa itu terungkap setelah dikonsumsi oleh seorang siswa yang menemukan adanya makanan berulat.Namun demikian, dia mengeklaim bahwa kejadian itu hanya dialami oleh seorang siswa.Meski begitu, masih dimungkinkan ada lebih dari satu siswa yang mengalami kejadian serupa pada saat MBG itu dibagikan.“Kami melihat hanya satu karena anak-anak lain tidak melapor ke kami. Jadi kalaupun misalkan ada lebih dari satu, harapan kami pihak SPPG harus hati-hati, karena kalau ada ulat itu artinya pada saat mereka membersihkan kurang hati-hati,” ungkap Rita saat ditemui awak media di MTsN 1 Palangka Raya, Kamis .


(prf/ega)