BMKG Prediksi 12 Wilayah Indonesia Masuk Puncak Musim Hujan Desember 2025, Mana Saja?

2026-01-12 04:47:27
BMKG Prediksi 12 Wilayah Indonesia Masuk Puncak Musim Hujan Desember 2025, Mana Saja?
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan masuk puncak musim hujan pada Desember 2025.Informasi tersebut telah disampaikan BMKG jauh-jauh hari saat Konferensi Pers Prakiraan Musim Hujan 2025/2026 dan Update Kondisi Cuaca Indonesia pada Jumat .Saat itu, Dwikorita Karnawati yang masih menjabat sebagai Kepala BMKG menjelaskan bahwa puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November–Desember 2025 hingga Januari–Februari 2026.Lalu, wilayah mana saja yang akan masuk puncak musim hujan pada Desember 2025?Baca juga: Ini Deretan Fenomena Langit Sepanjang Desember 2025: Ada Cold Moon hingga Hujan MeteorDalam paparannya, Dwikorita menerangkan bahwa musim hujan sudah dimulai pada September-Oktober 2025.Dikutip dari kanal YouTube BMKG, Jumat , jumlah wilayah yang masuk musim hujan pada September-Oktober 2025 mencapai 76 zona musim (ZOM) atau sekitar 10,7 persen.Wilayah tersebut mencakup:Setelah periode awal September-Oktober, musim hujan mencapai puncaknya pada November-Desember 2025 di 235 ZOM atau 33,6 persen wilayah.Baca juga: BMKG Peringatkan Musim Hujan di Aceh hingga Akhir Desember 2025, Potensi Banjir RobWilayah yang masuk puncak musim hujan November-Desember 2025, yakni:Sementara itu, wilayah yang masuk puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026 tersebar di:Baca juga: Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: 7 Kota Sumatera Hujan, Pekanbaru Disertai KilatTerkait datangnya puncak musim hujan yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat akhir tahun.Teuku Faisal Fathani yang saat ini menjabat sebagai Kepala BMKG mengatakan, ada beberapa fenomena atmosfer yang timbul pada Desember 2025 hingga Januari 2026.Hal itu mencakup Monsun Asia yang mulai aktif sehingga meningkatkan curah hujan di Indonesia.BMKG juga mendeteksi kemunculan anomali atmosfer, seperti Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator yang memicu hujan ekstrem.Baca juga: Daftar 26 Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat Akibat Siklon Tropis SenyarDi sisi lain, BMKG memprediksi kemunculan seruak dingin Siberia dapat memperkuat intensitas hujan ditambah bibit siklon tropis berpotensi tumbuh di wilayah selatan Indonesia.Terkait hal itu, Faisal memperingatkan beberapa wilayah yang perlu mewaspadai pembentukan bibit siklon.Wilayah tersebut meliputi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa – Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan dan Tengah.Faisal mengingatkan, meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh beberapa waktu lalu.“Kita belum tahu apa yang menghadang ke depan. Sama seperti yang terjadi di Sumatera Utara, kejadiannya sangat cepat dan kita mungkin kurang siap,” ujar Faisal dikutip dari laman resmi BMKG, Senin .Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Utara 28 November 2025, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan


(prf/ega)