BMKG: Bibit Siklon 93S Berpotensi Jadi Siklon Tropis, Ini Wilayah yang Terdampak

2026-01-12 13:45:59
BMKG: Bibit Siklon 93S Berpotensi Jadi Siklon Tropis, Ini Wilayah yang Terdampak
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis berada pada kategori sedang hingga tinggi.“Sistem Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang sedang–tinggi untuk menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan,” tulis BMKG dalam unggahan resminya, Rabu .Sistem ini mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB) dan saat ini berada di sekitar Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur.Lantas, bagaimana analisis dan dampaknya di wilayah Indonesia?Baca juga: Siklon Tropis Giliran Ancam Bali–Nusa Tenggara, Perlu Diantisipasi sejak DiniDirektur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 11 Desember 2025 di Samudra Hindia sebelah selatan Bali–Nusa Tenggara Barat.Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem terpantau mencapai 30 knot (56 km/jam), terutama di wilayah barat laut hingga timur laut sistem, dengan tekanan minimum sekitar 997 hPa.Berdasarkan pengamatan citra satelit dalam enam jam terakhir, aktivitas konvektif terlihat cukup signifikan. Terpantau awan konvektif tebal (deep convection) hingga dense overcast yang telah terbentuk.Analisis angin vertikal menunjukkan adanya sirkulasi siklonik dari lapisan permukaan hingga 500 hPa, meskipun pada lapisan 700–500 hPa sirkulasi masih terlihat cukup lemah.Sementara itu, data angin permukaan dari Oceansat menunjukkan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot di kuadran utara dan 20 knot di kuadran barat daya dari pusat sirkulasi."Pertumbuhan sistem ini didukung oleh aktifnya gelombang low frequency, Madden–Julian Oscillation (MJO), dan Equatorial Rossby," ujar Andri kepada Kompas.com, Rabu .Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat (28–30 derajat Celsius), wind shear rendah (5–10 knot), vortisitas yang cukup kuat dari lapisan permukaan hingga menengah, serta konvergensi dan divergensi pada kategori sedang hingga tinggi turut mempengaruhi pertumbuhan sistem.Namun, tambah Andri, terdapat pula faktor penghambat, yakni kelembaban udara yang relatif kering pada lapisan 800–500 hPa serta belum terbentuknya aliran masuk (inflow) angin yang kuat menuju pusat sistem.Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon, Ini Wilayah Potensi Terdampak dari Sumatera hingga PapuaBMKG memprakirakan, dalam 24 jam ke depan intensitas Bibit Siklon Tropis 93S akan meningkat secara perlahan, dengan kecepatan angin maksimum berpotensi mencapai 35 knot, terutama di kuadran utara sistem.Meski demikian, sistem ini belum memenuhi kriteria siklon tropis karena belum terbentuk gale force wind pada lebih dari dua kuadran, sehingga masih dikategorikan sebagai tropical depression, dengan pergerakan ke arah barat hingga barat daya.Dalam 48–72 jam ke depan, intensitas sistem diprakirakan masih persisten dengan kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot di kuadran barat daya, namun tetap belum memenuhi syarat sebagai siklon tropis.“Potensi Bibit Siklon Tropis 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan berada pada kategori sedang–tinggi,” jelas Andri.Bibit Siklon Tropis 93S diperkirakan memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan, antara lain:Gelombang dengan tinggi dengan kategori sedang (1,25–2,5 meter) di wilayah berikut:Baca juga: Indonesia Dilanda 3 Siklon, Ini Prakiraan Cuaca BMKG Sepekan ke Depan


(prf/ega)