Hamish Daud Kunjungi Aceh Utara, Hibur Anak-anak hingga Tertawa Riang

2026-02-05 00:52:21
Hamish Daud Kunjungi Aceh Utara, Hibur Anak-anak hingga Tertawa Riang
JAKARTA, - Aktor peran Hamish Daud mengunjungi lokasi terdampak banjir di Aceh Utara.Mantan suami Raisa Andriana itu membagikan foto kondisi terkini Aceh Utara yang sebagian besar hancur oleh banjir.Namun, Hamish Daud juga menyempatkan diri untuk menghibur anak-anak yang menjadi korban di sana.Baca juga: Raisa dan Hamish Daud Resmi Cerai Pemain film Malam 3 Yasin itu menghadirkan tawa riang bagi anak-anak Aceh Utara.A post shared by Hamish Daud Wyllie (@hamishdw)"Menemukan harapan dan kebahagiaan di tengah kekacauan," tulis Hamish dikutip Kompas.com dari Instagramnya, Selasa .Sebelumnya, Hamish Daud juga meninjau beberapa titik lokasi terdampak bersama Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh).Baca juga: Debut Main Film Horor, Hamish Daud: Banyak Perasaan yang Belum Pernah Saya Bawa ke KameraHamish Daud bersama tim HAkA akan mengunjungi sebuah desa di Kabupaten Bireuen, Banda Aceh.Perjalanan darat selama empat jam harus ditempuh untuk sampai ke Bireuen.Sesampainya di Bireuen, Hamish Daud memperlihatkan kondisi jembatan yang menjadi akses Bireuen ke Aceh Utara.Jembatan tersebut sudah rusak akibat banjir, sehingga akses Bireuen ke Aceh Utara terputus. "Ini di Kuta Blang, itu jembatan yang patah hari kedua, tanggal 26 ini nyambungin Bireuen ke Aceh Utara," ucap Hamish.Baca juga: Raisa dan Hamish Daud Jaga Hubungan Baik di Tengah PerceraianHamish Daud menyampaikan keprihatinannya atas banjir dan longsor yang melanda kawasan Sumatera.Lewat akun Instagramnya, Hamish Daud pun melakukan penggalangan donasi untuk membantu meringankan beban masyarakat Sumatera yang terdampak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 00:00