JAKARTA, - Pemerintah mulai mendorong talenta kreatif Indonesia untuk lebih agresif menembus pasar internasional, terutama di sektor film dan animasi yang terus tumbuh pesat. Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu melalui Bootcamp Akselerasi Kreatif (AKTIF), Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membekali para kreator tidak hanya dari sisi artistik, tetapi juga kemampuan bisnis, distribusi, dan strategi komersialisasi. Program yang digelar Kedeputian Bidang Kreativitas Media dan Direktorat Film, Animasi, dan Video itu melahirkan enam karya terpilih tiga film dan tiga intellectual property (IP) animasi yang akan dibawa ke Asia TV & Forum Market (ATF) 2025 di Singapura. “Pemenang Bootcamp ini mendapatkan peluang untuk berlaga di forum ATF sebagai bagian dari program akselerasi kreatif yang kami dorong,” ujarnya dalam keterangam resmi dilansir Senin . Baca juga: AKTIF 2025 Dorong Sineas dan Animator Muda Tembus Pasar Global ATF 2025, yang berlangsung 2–5 Desember 2025, merupakan salah satu pasar konten terbesar di Asia Pasifik dan menjadi tempat pertemuan profesional industri hiburan global. Partisipasi kreator Indonesia di forum tersebut diharapkan membuka pintu kolaborasi, pembiayaan, hingga distribusi internasional. Adapun AKTIF Bootcamp sebelumnya diikuti 70 peserta dengan pelatihan yang diarahkan pada penguatan model bisnis, promosi, dan strategi distribusi IP. Menurut Agustini, sektor ini makin strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi kreatif dari berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor pemerintah, asosiasi, dan kreator agar potensi tersebut dapat dioptimalkan. “Ekonomi kreatif ini kita berharap mampu memberikan nilai tambah terhadap industri kreatif. Kita ingin industri ini menjadi penggerak ekonomi nasional atau the new engine of growth,” jelasnya. Baca juga: Menteri Ekraf Apresiasi Produk Lokal Kota Batu Dorong Ekspor Rp 56,1 T Selain film, tiga IP animasi Kamarong, Kwartet: Watu Jiwo Series, dan Galeo Of SeaWalkers juga disiapkan tampil dalam sesi pitching di ATF 2025. Dorongan pemerintah ini sejalan dengan naiknya konsumsi film nasional. Jumlah penonton film Indonesia hingga pertengahan November 2025 mencapai 65 juta, sementara GPBSI mencatat 178 judul film domestik telah rilis sepanjang tahun. Melalui AKTIF, pemerintah berharap ekosistem film dan animasi tidak hanya tumbuh dari sisi kreativitas, tetapi juga siap bersaing secara bisnis di pasar regional hingga global.
(prf/ega)
Pemerintah Dorong Kreator Film-Animasi RI Masuk Pasar Global Lewat ATF 2025
2026-01-11 23:48:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:49
| 2026-01-11 22:30
| 2026-01-11 21:53
| 2026-01-11 21:42










































