Update Banjir dan Longsor di Sumut: 17 Orang Meninggal dan 58 Terluka

2026-01-12 03:45:53
Update Banjir dan Longsor di Sumut: 17 Orang Meninggal dan 58 Terluka
MEDAN, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Polda Sumut meng-update peristiwa longsor dan banjir bandang yang menerjang tujuh kabupaten/kota Sumatera Utara pada 24-25 November 2025.Berdasarkan data Rabu pagi, total 17 warga dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 58 lainnya terluka.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ada empat kabupaten/kota yang musibah longsor dan banjirnya datang bersamaan, yakni Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.Sementara itu, tiga wilayah lain seperti Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Nias Selatan hanya terendam banjir.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sumut, BMKG Ingatkan Waspada Hujan 3 Hari ke DepanAbdul Muhari mengatakan, di Kota Sibolga, musibah ditandai dengan cuaca ekstrem hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari.Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Kota."Dari laporan visual, banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga," ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.Berdasarkan data dari Polda Sumut, akibat longsor lima orang tewas.Selanjutnya, di Tapanuli Selatan, dari hasil kaji cepat BNPB, banjir dan longsor berdampak di 11 kecamatan, yakni Kecamatan Sipirok, Marancar, Batang Toru, Angkola Barat, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais."Bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi," katanya.Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Tapsel Sumut, 8 Orang Meninggal, Ribuan Warga MengungsiSaat ini, BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga.Sementara itu, di Tapanuli Utara, 50 unit terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor.Saat ini, BPBD Tapanuli Utara dan tim gabungan melaksanakan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif di Kecamatan Pangaribuan, Taput-Silantom sebagai akses jalan sementara.Kemudian, kata Abdul Muhari, di Tapanuli Tengah, banjir terjadi di sembilan kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori.Akibat musibah ini, sebanyak 1.902 unit rumah yang terdampak.


(prf/ega)