Satu Keluarga Juragan Tembakau di Situbondo Tewas: Polisi Temukan Pisau, CCTV Dimatikan

2026-01-12 03:39:53
Satu Keluarga Juragan Tembakau di Situbondo Tewas: Polisi Temukan Pisau, CCTV Dimatikan
SITUBONDO, - Polres Situbondo dan Polda Jatim mengumpulkan alat dan barang bukti terkait kasus pembunuhan tiga orang di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Tiga orang tersebut merupakan satu keluarga. Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menyatakan pihaknya masih menggali dan mencari barang bukti baru.Barang bukti yang telah diamankan antara lain telepon genggam milik korban, rekaman CCTV, dan sebuah pisau."Untuk CCTV saat kejadian sengaja dimatikan dan masih kami proses," katanya Senin .Baca juga: Pembunuhan Tragis Satu Keluarga di Situbondo, Polda Jatim Turunkan 15 PenyidikIa menambahkan, barang bukti lain yang ditemukan adalah sebuah pisau berlumur darah di dekat lokasi penemuan jenazah Hasim (58) di kamar mandi.Sementara itu, dua korban lainnya, Suningsih (38) dan Umi Rahmania (18), ditemukan di kamar tidur."Iya ada pisau dan kami jadikan barang bukti," katanya.Baca juga: Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo, Polisi Duga Bukan PerampokanKasus pembunuhan ini diduga dilakukan secara terencana, terbukti dari rekaman CCTV yang sengaja dimatikan meskipun saat diperiksa ternyata masih berfungsi baik."Ada dugaan CCTV sengaja dimatikan, dan tidak rusak," ucapnya.Ketiga korban dalam peristiwa tersebut mengalami luka sayat di bagian leher dan meninggal dunia akibat kehabisan darah.Pantauan Kompas.com di lapangan pada Senin menunjukkan perluasan garis polisi.Awalnya, garis polisi hanya membatasi satu rumah, namun kemudian meluas hingga ke rumah ayah Suningsih di sebelah kiri.Selain itu, rekaman amatir warga saat penemuan ketiga korban juga tersebar di grup WhatsApp, menampilkan luka di leher dan darah yang membuat ngeri penonton.Korban yang merupakan pasangan suami istri, bersama satu korban lainnya, berprofesi sebagai pebisnis tembakau.Mereka memiliki gudang penyimpanan tembakau di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-12 02:26