- Keraton Kasunanan Surakarta memastikan prosesi Jumenengan Sinuhun Pakubuwono XIV akan digelar pada Sabtu sebagai simbol naiknya raja baru.Keputusan ini diambil meski masih ada perbedaan pandangan di kalangan internal keraton mengenai penerus Takhta setelah wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.Prosesi adat ini disebut sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa dan telah disahkan melalui surat resmi Keraton Surakarta.Panitia pelaksana juga telah terbentuk untuk memastikan acara penting tersebut berjalan lancar dan khidmat.Baca juga: Keraton Surakarta Gelar Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono XIV, Simbol Naiknya Raja BaruDikutip dari surat resmi yang diterima TribunSolo.com, Keraton Kasunanan Surakarta menyampaikan akan menyelenggarakan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV pada Sabtu Legi, 15 November 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai.Putri tertua Sawarga Sinuhun Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, berharap prosesi dapat berlangsung damai.“Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat, sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Keraton Surakarta,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Warga Doakan PB XIII Saat Tradisi 7 Harian di Keraton Kasunanan Surakarta, Berharap KetentramanGKR Timoer juga memastikan kabar digelarnya Jumenengan tersebut benar dan sah secara adat.“Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” jelasnya.Sebelumnya, GKR Timoer menegaskan bahwa prosesi Jumenengan tidak perlu menunggu hingga 40 hari setelah wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.“Oh iya iya iya itu iya (prosesi adat jumenengan dengan tari bedhoyo ketawang). Sedang kami cari hari baiknya kan kalau wong jowo kan mesti ada hitungannya hitungannya terus baik apa enggak. Enggak (menunggu 40 hari). Secepatnya,” ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan KGPAA Hamengkunegoro sebagai Pakubuwono XIV telah sah.Dengan demikian, klaim dari pihak lain yang mengaku sebagai penerus Takhta dinilai tidak benar.Menurut GKR Timoer, setelah prosesi Jumenengan selesai, pihaknya akan membentuk bebadan baru di bawah kepemimpinan Sinuhun Pakubuwono XIV.“Ya pasti kan ada arah ke sana (membentuk bebadan baru). Tapi ya pelan-pelan. Ini istilahnya untuk ngepyake jumenengan aja kita masih belum jadi. Nanti setelah itu baru kita akan rapatkan untuk pembentukan dan sebagainya. Tapi kan ini masih dalam suasana berkabung ya pelan pelan kita jalannya ke arah yang ke sana,” katanya.
(prf/ega)
Jumenengan Pakubuwono XIV Digelar 15 November 2025 Meski Masih Ada Perselisihan Takhta
2026-01-12 03:54:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:30
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:20
| 2026-01-12 01:53










































