PADANG PARIAMAN, - Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sejak beberapa hari terakhir kembali menyebabkan banjir di 21 nagari, Selasa .Di Surau Kalampaian, salah satu lokasi pengungsian, sejumlah warga tampak tidur hanya beralas tikar seadanya. Sebagian lainnya memanfaatkan layanan kesehatan karena kondisi cuaca yang belum stabil.Mainar, salah satu warga, mengatakan air memang berangsur surut, namun hujan masih turun nyaris setiap hari.“Meskipun banjir sudah mulai surut namun hujan hampir tiap hari tak pernah berhenti semenjak Sabtu lalu,” ujarnya sambil menggenggam obat.Ia mengaku masih ragu kembali ke rumah karena tinggi air bisa naik sewaktu-waktu. Pada Minggu , banjir sempat turun, namun keesokan paginya kembali meninggi dan membuat warga kembali mengungsi.Baca juga: Banjir Bandang Landa Tapanuli, Air Coklat Bercampur Kayu Meluncur dari PegununganDikutip dari Tribun Padang, Zaimar (57), warga Nagari Kampung Galapuang, ikut mengungsi bersama keluarga ke Surau Kalampaian.“Saya sudah tiga hari di Surau Kalampaian mengungsi bersama keluarga, awalnya pada Minggu air telah surut kemudian Senin pagi air kembali naik hingga sampai ke leher,” katanya.Dengan tubuh renta dan kondisi kesehatan yang terganggu akibat stroke, Zaimar harus dibantu anaknya saat banjir tiba.“Saat air mulai naik setinggi lutut saya di popoh oleh anak, soalnya saya kena struk susah jalan,” tuturnya.Ia mengaku masih syok setiap mengingat air masuk ke rumahnya.“Mengingat air masuk rumah saya was-was perasaan kembali tak enak dan badan sekarang terasa pegal dan tak enak badan,” katanya.Beruntung, layanan kesehatan gratis tersedia di posko sehingga ia mendapatkan obat.Baca juga: Ribuan Rumah di Tapanuli Tengah Terendam Banjir, 4 Orang TewasSalah satu korban lain, Nurlis, juga mengungsi bersama anak dan suaminya.“Saya sekeluarga sudah mengungsi di sini sudah lebih sehari, air di rumah sudah mencapai leher hingga kini belum surut,” ujarnya sambil menatap anaknya.Saat pergi dari rumah, mereka hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh. Kini, ia sangat membutuhkan bantuan sandang dan pangan.
(prf/ega)
Cerita Warga Padang Pariaman di Pengungsian: Banjir Sampai Leher, Harta Lenyap
2026-01-11 04:16:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:59
| 2026-01-11 03:38
| 2026-01-11 03:21
| 2026-01-11 01:37










































